Perusahaan ‘Kakap’ Dunia Mainkan Pajak, Kanselir Austria Ngamuk

Logo google, facebook, amazon

Arah -  Bukan cuma Indonesia yang pusing mengejar target penerimaan pajak, hingga meluncurkan program tax amnesty. Negara-negara Eropa juga sedang menyoal perusahaan-perusahaan ‘kakap’ kelas dunia, yang memainkan pembayaran pajak mereka.

Salah satu negara tersebut adalah Austria. Kanselir Austria, Christian Kern menyebut, Facebook dan Google meraup penjualan di Austria, masing-masing lebih dari 100 juta Euro (Rp 1,4 triliun). "Mereka menyedot habis-habisan anggaran iklan, namun tak membayar pajak perusahaan ataupun bea iklan di Austria," tambahnya.

Selain menyoal Facebook dan Google, Kern juga mempermasalahkan perusahaan raksasa Starbuck dan Amazon. Menurutnya pembayaran pajak kedua perusahaan itu lebih kecil dari kedai sosis setempat.

Setiap kafe di Wina, setiap kedai sosis, membayar pajak di Austria lebih besar dibandingkan yang dibayarkan perusahaan multinasional. “Itu yang terjadi pada Starbucks, Amazon, dan banyak perusahaan lain,” katanya dalam wawancara dengan surat kabar Der Standaard.

Kanselir Kern memuji keputusan terbaru Uni Eropa, yang memerintahkan Apple untuk membayar tambahan pajak kepada Irlandia sebesar 13 miliar Euro. Keputusan itu ditolak Apple maupun pemerintah Irlandia, yang mengatakan akan mengajukan banding.

Selain terhadap Apple, Komisi Eropa juga telah atau sedang melancarkan penyelidikan trhadap kesepakatan pajak yang diperoleh Fiat, McDonald, Starbuck, dan Amazon.

Berita Terkait

7 Cara Jitu Promosikan Barang di Sosmed 7 Cara Jitu Promosikan Barang di Sosmed
MK Mulai Sidangkan Gugatan UU Tax Amnesty MK Mulai Sidangkan Gugatan UU Tax Amnesty
Amnesti Pajak Buat Rasio Pajak 11,5 Persen Amnesti Pajak Buat Rasio Pajak 11,5 Persen

#Google #Facebook #pajak #Tax Amnesty #Starbucks #Amazon

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar