Saksi Ahli Beri Keterangan di MK, Ahok: Saya Puas

Calon Gubernur Incumbent (Petahana) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hadir di sidang Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai pemohon. Ahok menggugat Pasal 70 ayat 3 UU No. 10 Tahun 2016 yang mewajibkan kandidat petahana untuk cuti selama masa kampanye Pilkada. (Foto: arah.com/Wildan Zulfiansyah)

Arah -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa puas dengan kesaksian Pakar hukum administrasi negara Profesor Harjono dan Pengamat Hukum Tata Negara Refly Harun selaku saksi ahli yang didatangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judical review terkait cuti petahana selama masa kampanye pilkada.

"Saya puas dengan keterangan saksi ahli, puas, bagus," kata Ahok usai sidang di gedung MK, Jakarta, Senin (26/9/2016).

Ia memuji apa yang dikatakan kedua ahli tersebut sesuai dengan apa yang digugatnya ke MK.

"Jadi untuk pengaturan lama cuti dan jadwal cuti, itu "dengan memperhatikan". Memperhatikan apa? Tugas penyelenggaraan dari pemerintah daerah," ujar Ahok.

Ahok menutut pengembalian Undang-Unang No. 8 tahun 2016, pasal 70 ayat 3 menjadi seperti tahun 2015 dimana gubernur dan lainnya yang mencalonkan kembali pada daerah yang sama dan melaksanakan kampanye hrs memenuhi ketentuan, a) Tidak menggunakan fasilitas yang terkait dengan jabatannya ; b) Menjalani cuti di luar tanggungan negara, dan ; c) Pengaturan lama cuti dan jadwal cuti dengan memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan pemerintahan daerah

"Begitu masuk ke undang-undang nomor 10 tahun 2016, dia enggak bilang "selama melaksanakan kampanye", (tapi) "di masa kampanye". Lalu bawahnya enggak memperhatikan tentang tugas penyelenggaraan pemerintah daerah. Di situ lah yang disampaikan oleh prof Harjono, bahwa ini bertentangan," jelas Ahok.

Padahal menurut Ahok jika kembali pada pasal 70 tahun 2015, pengesahan APBD bisa lebih mudah dilakukan tanpa perlu ditunda akibat kewajiban cuti.

"Nah kalau dulu kan gampang. Kalau ada penting tanda tangan, Pak Jokowi putuskan. Makanya ketika Pak Jokowi melihat bahwa ada tugas yang tidak bisa diwakili oleh Plt, Pak Jokowi memutuskan, tidak cuti. tentu dia tidak melaksanakan kampanye. karena kalau kampanye, wajib cuti," ungkap Ahok. (Helmi Shemi)

Berita Terkait

Masuknya PDIP, Ahok Pastikan Tak Ada Perpecahan Masuknya PDIP, Ahok Pastikan Tak Ada Perpecahan
PDIP Hampir Pasti Memasangkan Kembali Ahok-Djarot PDIP Hampir Pasti Memasangkan Kembali Ahok-Djarot
Hasto Yakin PasanganCagub DKI PDIP akan Menang Satu Putaran Hasto Yakin PasanganCagub DKI PDIP akan Menang Satu Putaran

#Cuti Petahana #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada Serentak 2017 #pilkada jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar