Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Mantan Menkes Siti Fadilah

Suasana sidang praperadilan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016). (arah.com/Dani Hermansyah)

Arah - Ketua Majelis Hakim, Achmad Rivai, menyatakan menolak gugatan permohonan praperadilan yang diajukan Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Dalam eksepsi menolak permohonan untuk seluruhnya. Pada pokok perkara menolak permohonan pemohon seluruhnya dan membebankan biaya perkara yang ditaksir nihil," kata Achmad Rivai di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2016).

Lebih lanjut, Rivai menuturkan dengan ditetapkan sebagai keputusan tersebut, maka perkara permohonan praperadilan sidang Siti Fadilah dianggap selesai dan ditutup.

"Itulah hasilnya, maka sidang perkara ini dianggap selesai dan ditutup," ucap Rivai sambil mengetuk palu 3 kali.

Diketahui, permohonan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menteri Kesehatan itu telah teregistertasi. Sidang itu terkait untuk menguji sah tidaknya langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan penyimpangan pengadaan peralatan kesehatan (Alkes) I.

Siti Fadilah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas kasus dugaan menerima pemberian atau janji dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan I dari dana Dipa revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Pusat Penanggulangan Krisis Departemen kesehatan tahun anggaran 2007. (Dani Hermansyah)

Berita Terkait

Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien Vaksin Palsu, Kementerian Kesehatan Diminta Cek Kondisi Pasien
Menkes: Virus Zika Tidak Mematikan Menkes: Virus Zika Tidak Mematikan
Kementerian Kesehatan Bantah Ada Penimbunan Vaksin Kementerian Kesehatan Bantah Ada Penimbunan Vaksin

#Siti Fadilah Supari #Kementerian Kesehatan #Kemenkes

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar