Indonesia Berupaya Keras Keluarkan 3 Taman Nasional dalam Bahaya

Gunung Kerinci (wikipedia)

Arah -  Pemerintah Indonesia terus berupaya mengeluarkan tiga taman nasional dari Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya. Ketiga taman nasional itu telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia dalam Bahaya (In Danger) pada 2011,

Ketiga taman nasional itu adalah Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Provinsi Lampung dan Bengkulu.

"Agar bisa mengeluarkan ketiga taman nasional itu dari daftar dalam bahaya, ada tujuh indikator utama dalam DSOCR dan Corrective Measure harus diprioritaskan antara lain kondisi tutupan hutan, tren populasi spesies kunci, pembangunan jalan, pertambangan, tata batas kawasan, penegakan hukum, dan pengelolaan lansekap," ujar Direktur Kawasan Konservasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Heri Subagiadi dalam pernyataan yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

Menurut Heri, pemerintah Indonesia dan Komite Warisan Dunia UNESCO menetapkan dokumen DSOCR dan Corrective Measure sebagai panduan aksi bagi untuk mengeluarkan hutan tropis Sumatera dari daftar dalam bahaya. Dokumen tersebut ditetapkan pada 2013 lalu.

Sebagai bentuk pelaksanaannya, pemerintah telah menutup pertambangan tradisional ilegal di kawasan TNKS, mencabut dan meratakan perkebunan sawit di TNGL, menyelenggarakan patroli terpadu serta monitoring sebaran dan populasi spesies kunci yang didukung dengan aplikasi SMART di ketiga taman nasional bersama para mitra.

"TNBBS, TNKS, dan TNGL telah melakukan upaya-upaya untuk memenuhi DSOCR. Hal ini nampak dari penurunan angka perburuan, melaksanakan penyidikan terhadap perkara-perkara tindan pidana kehutanan dalam TRHS, serta adanya peningkatan populasi harimau sumatera," jelasnya seperti dikutip Antara.

Sejak penetapan ketiga taman nasional itu sebagai Situs Warisan Dunia dalam Bahaya (In Danger) pada 2011, pemerintah Indonesia dan Komite Warisan Dunia membuat rencana dukungan negara bagi aksi konservasi untuk mengeluarkan aset dari daftar Warisan Dunia dalam Bahaya atau Desired State of Conservation for The Removal of Property from The List of World Heritage in Danger (DSOCR) dan dimonitor melalui Corrective Measure serta dilaksanakan sesuai dengan Action Plan yang telah disusun untuk jangka waktu lima tahun.

Berita Terkait

Diapresiasi UNESCO, Bandung Jadi Kota Percontohan Dunia Diapresiasi UNESCO, Bandung Jadi Kota Percontohan Dunia

#Taman Nasional #Taman Nasional Gunung Leuser #UNESCO #Warisan Dunia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar