Demo Ricuh, Kaca Gedung DPRD Sulsel Pecah-pecah Diamuk Massa

Ketua DPRD Sulawesi Selatan HM Roem menerima aspirasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/10). Aksi tersebut menyikapi terkait penyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok yang diduga berbau penistaan agama untuk segera diproses hukum. (Foto: Antara/Darwin Fatir)

Arah - Aksi unjuk rasa di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat dalam menuntut Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk diproses hukum berakhir rusuh.

Setidaknya, kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (4/11) menjadi rusak-rusak diamuk massa seperti yang dilansir kantor berita Antara.  

Meski dijaga puluhan aparat kepolisian, dan TNI, ada salah seorang pedemo yang berhasil lolos dan menendang pintu kaca lantai dua kantor dewan tersebut. Akibat ulahnya, pintu kaca pecah berhamburan di lantai dua sehingga membuat aparat langsung menggelar pengamanan dan pelaku langsung lari dan masuk di kerumunan massa yang sedang melakukan aksi.

Beruntung aparat keamanan dengan sigap segera melakukan pengamanan serta menghalau massa keluar dari gedung DPRD Sulsel sehingga aksi kerusakan tidak menjadi bertambah parah.

Baca juga:

Video: Memanas, Aparat Tembakkan Gas Air Mata ke Kerumunan Massa

Demo 4 November Ricuh di Depan Istana

Polri: Sepakat, Proses Hukum Kasus Ahok Dipercepat

Pihak dari Badko HMI Sulselbar langsung membantah bahwa bukan kader yang merusak, tetapi ada oknum yang mensusupi gerakan itu untuk membuat kekacauan pada gerakan aksi mahasiswa.

"Hasil rapat konsolidasi kami tidak ada seperti itu, ini dilakuak oknum tertentu, tujuan kami akis damai tidak merusak fasilitas negara," tegas Ketua Badko HMI Sulselbar Taufiq Husaini dalam aksi itu.

Sementara Ketua DPRD Sulsel HM Roem yang menemui pendemo usai pengrusakan itu menegaskan, agar setiap aksi harus tenang dan jangan mudah terprovokasi. Selain itu, dirinya menyesalkan perbuatan brutal yang merusak fasilitas negara dengan dengan sengaja memancing agar terjadi kekacauan.

"Aksi ini jangan dibuat untuk mencapai tujuan yang tidak benar, mesti santun dalam penyampaian aspirasi. Sudah seharusnya pemimpin itu tidak berbicara sembarangan sehingga memicu persoalan, sebaiknya disampaikan secara santun," tambahnya Ketua KAHMI Sulsel itu.

Berdasarkan pantauan massa berangsur-ansur membubarkan diri sebagain mengarah ke lapangan karebosi setelah sebelumnya ribuan massa melakukan longmarch dari masjid Al Markas Al Islami menuju kantor Gubernur Sulsel menggunakan baju putih-putih.

Berita Terkait

API Bandung: Misalkan Ahok Tidak Ditangkap, Kita Tiap Hari Aksi API Bandung: Misalkan Ahok Tidak Ditangkap, Kita Tiap Hari Aksi
200 Personel Brimob Dikirim ke Jakarta Amankan Demo 4 November 200 Personel Brimob Dikirim ke Jakarta Amankan Demo 4 November
Pemprov DKI Siagakan 120 Petugas Medis Pemprov DKI Siagakan 120 Petugas Medis

#Demo 4 November #Demo Tolak Ahok #Sulawesi Selatan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar