Indonesia Pede Pamerkan ‘Surga’ Bawah Laut di Tokyo

Beberapa wisatawan melakukan snorkeling (selam permukaan) di taman laut Bunaken di Teluk Manado, Sulawesi Utara, Minggu (27/3). Taman Laut Bunaken merupakan objek wisata laut andalan Sulut, yang menyajikan kegiatan wisata snorkeling maupun selam. ANTARA FOTO/Adwit B Pramono/foc/16.

Arah -  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai gencar membidik potensi wisatawan bawah laut Negeri Sakura Jepang. Mulai satu 1-3 April 2016, Under Water World Indonesia bakal dipromosikan di Tokyo Marine Diving di Ikebukuro, Jepang. Targetnya, menjaring 1.500 penyelam asal Jepang.

“Indonesia itu seperti Atlantis yang hilang. Di sini banyak menawarkan berbagai tempat wisata yang menarik dan indah untuk dikunjungi. Ini yang akan kami promosikan di Tokyo nanti. Kami ingin meningkatkan angka kunjungan wisman yang hobi diving,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, di Jakarta.

Pitana juga menyebut Jepang sebagai salah satu pasar pariwisata yang sempurna. Fakta menyebutkan, hingga akhir 2015, wisman asal Negeri Sakura itu berjumlah 491.893 orang. Dan, hingga Januari 2016 jumlahnya bertambah menjadi 550.000 orang. Itu sebabnya di Negeri Matahari Terbit nanti, Indonesia tidak ragu menawarkan beragam atraksi diving yang menarik.

Di ajang ini, potensi titik selam menarik yang tersebar dari Sabang sampai Merauke akan dipasarkan di sana. Sebut saja Kepulauan Banda, Bunaken, Wakatobi, Selat Lembeh, Pulau Alor, Togean, Gili Air, Pulau Komodo, hingga Teluk Cendrawasih yang menawarkan keindahan bawah laut, akan ‘dijual’ dengan konsep yang bagus.

“Yang penasaran bisa menyaksikan lewat Video Reality. Market kontennya adalah berupa interactive 360 video tourism yang menunjukkan keindahan wisata bahari di Indonesia,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.

Vinsen merasa yakin bisa ‘merayu’ banyak wisman Jepang ke Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki banyak potensi bahari yang elok untuk dinikmati. Garis pantai Indonesia hampir 100.000 kilometer, salah satu yang terpanjang di dunia.

“Pariwisata adalah soal persepsi dan fakta. Banyak negara mengklaim negaranya adalah tempat diving terbaik dunia. Namun, jika berbicara fakta, Indonesia memiliki kekayaan bawah laut jauh lebih banyak dan beragam dibandingkan negara lain,” tambahnya.

Di Jepang nanti, Kemenpar akan memboyong delapan seller. Ada Pulau Weh Dive Resort, Papua Liveaboard, Dream Asia Pacific, Immanuel Dive Center, Shin Creative Tour,  Garuda Indonesia, Dive Spot Magazine, dan Pearl of Raja Ampat.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini atraksi bahari Indonesia tidak ada duanya. Dua per tiga koral di dunia berada di Indonesia. Bio dibersity-nya paling lengkap di dunia.

"Kalau soal atraksi bawah laut, saya tidak pernah ragu, kita jagoannya," jelas Arief Yahya.

Berita Terkait

Komodo dan Labuan Bajo, Ikon Pariwisata Flores Komodo dan Labuan Bajo, Ikon Pariwisata Flores
Festival Pesona Mentawai Suguhkan Aksi Peselancar Internasional Festival Pesona Mentawai Suguhkan Aksi Peselancar Internasional
Lewat SMK, Kemenpar Siap Genjot Daya Saing Pariwisata Dunia Lewat SMK, Kemenpar Siap Genjot Daya Saing Pariwisata Dunia

#Kementrian Pariwisata #Pariwisata #Menteri Pariwisata #Taman Laut Bunaken #Pulau Komodo #wisata bawah laut

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar