Menilik Ancaman Hukuman untuk Ahok, 4 atau 5 Tahun?

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, M. Rum, SH ketika dilantik Jaksa Agung, HM Prasetyo (27/5). (Foto: Dok. kejaksaan.go.id)

Arah - Kejaksaan Agung mengatakan saat ini tim pencari fakta kejaksaan terus bekerja untuk menentukan hukuman terhadap tersangka penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kapuspenkum Kejagung, Agung M rum menyatakan, ada dua jeratan yang disangkakan kepada Ahok, yakni pasal 156 dan pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

"Karena dakwaan disusun secara alternatif. Jadi mana (hukuman) yang terbukti terus dicari. Apakah dijerat pasal 156 dengan 4 tahun penjara atau pasal 156 a dengan 5 tahun penjara," kata Rum di kantornya, Jakarta, Kamis (1/12).

Baca Juga:

Kapan Kasus Ahok Masuk Pengadilan? Ini Kata Kejagung

Kejagung Pastikan Ahok Tidak Ditahan, Ini Alasannya

Rum yang terlihat mengenakan baju berwarna hitam mengatakan untuk mendapatkan jeratan pasal terhadap Ahok, ia berjanji akan mengebut penelitian. Ia juga akan menunggu respon dari masyarakat.

"Sejak awal penelitian sudah kita percepat, minimalkan waktunya, optimalkan waktunya. Hukuman apakah pasal 156 atau pasal 156 a," kata Rum.

Berikut bunyi Pasal 156
Barang siapa di rnuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beherapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa hagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Pasal 156a
Dipidana dengan pidana penjara selama-lumanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:
a. yang pada pokoknya bcrsifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bagaimana menurut Anda, apakah tersangka penistaan Agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memenuhi kedua unsur tersebut?

Tetap pantau berita terkini dan terbaru, hanya di arah.com

Berita Terkait:
Kapan Kasus Ahok Masuk Pengadilan? Ini Kata Kejagung
Ahok Ditetapkan Tersangka, Ini Tanggapan Anies Baswedan
Ahok Tersangka, Presiden: Jangan Ada yang Intervensi
Ahok Jadi Tersangka, Fahri Berharap Gejolak Masyarakat Mereda
FPI: Anggota HMI Tersangka dan Ditahan, Kenapa Ahok Tidak?
Norak? Tak Peduli, yang Penting Selfie Bareng Ahok
Australia Berencana Bantu Sistem Transjakarta
Ahok Diperiksa Sebagai Saksi Kasus UPS

Berita Terkait

Ini yang Buat Ahok 'Pede' Tak Bersalah dalam Kasusnya Ini yang Buat Ahok 'Pede' Tak Bersalah dalam Kasusnya
Ahok: Bagi Saya Rizieq Itu Pembohong! Ahok: Bagi Saya Rizieq Itu Pembohong!
Ahli Hukum MUI: Singgung Al Maidah, Ahok Punya Motif Jahat Ahli Hukum MUI: Singgung Al Maidah, Ahok Punya Motif Jahat

#Penistaan Agama #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Kejagung

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar