KY Sarankan Sidang Ahok Disiarkan Terbatas

Dok. Anggota Komisi Yudisial (KY)/Ketua bidang Rekrutmen Hakim Maradaman Harahap (kiri) berbincang dengan Anggota KY merangkap Juru Bicara Farid Wajdi (kanan) sebelum memberikan keterangan pers. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

Arah - Komisi Yudisial (KY) menyarankan supaya persidangan dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disiarkan secara terbatas oleh televisi.

"Patut dicatat dari pengalaman sebelumnya bahwa dalam siaran langsung berpotensi menimbulkan masalah berkaitan dengan independensi peradilan dengan opini publik," ujar juru bicara KY Farid Wajdi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Baca Juga:

Komisi Yudisial Akan Kawal Persidangan Ahok

Hal ini berdasarkan pengalaman persidangan kasus kopi vietnam bersianida yang disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional.

Farid menjelaskan siaran langsung dapat berekses pada penghakiman oleh masyarakat baik kepada kemandirian hakim, pengadilan, maupun kasus itu sendiri.

Selain itu pengadilan yang disiarkan secara langsung semakin membuka polemik dalam ruang hukum bagi para pakar hukum di luar persidangan.

"Polemik atau perang opini secara terbuka dalam kasus sensitif semacam ini perlu dihindari," jelas Farid.

Persidangan yang disiarkan secara langsung secara otomatis tidak akan melalui sensor, padahal ada hal-hal sensitif atau memiliki dimensi susila yang tidak sesuai dengan kepatutan untuk dipublikasi secara terbuka, jelas Farid.

Selanjutnya Farid mengatakan bahwa siaran langsung ini sedikit banyak dapat mempengaruhi keterangan saksi.

"Saksi diperiksa satu per satu diambil keterangannya untuk masuk ke ruang sidang, saksi ini tidak diperbolehkan saling mendengarkan keterangan," ujar Farid.

Farid mengatakan seorang saksi harus memberikan keterangan sebagaimana yang mereka dengar sendiri, mereka lihat sendiri, atau mereka alami sendiri.

"Jika siaran langsung tentu keterangan antar para saksi sudah tiada sekat lagi," kata Farid, seperti dikutip Antara.

Farid menambahkan bahwa dengan alasan-alasan tersebut, harus ada kompromi yaitu siaran langsung dapat dilakukan tetapi terbatas hanya pada bagian-bagian tertentu seperti penbacaan tuntutan, pledoi, dan pembacaan putusan.

"Walaupun siaran langsung bersifat terbatas, tidak berarti bahwa sidang itu tidak dilakukan secara sungguh-sungguh karena tentu akan tetap profesional," kata Farid.

Ingin update berita politik terbaru, tetap di arah.com

Berita Terkait:
KY Imbau Masyarakat Hormati Proses Peradilan Ahok
Ini Kata Polisi Soal Pengamanan Sidang Kasus Ahok
Sidang Kasus Ahok Akan Digelar 13 Desember 2016
Azyumardi: Tidak Perlu Pengerahan Massa Sidang Ahok
Kawal Sidang Ahok, Laskar FPI Buat Jadwal Piket di Pengadilan

Berita Terkait

KY Imbau Masyarakat Hormati Proses Peradilan Ahok KY Imbau Masyarakat Hormati Proses Peradilan Ahok
Djarot Ingin Sidang Kasus Ahok Live Seperti Sidang Kopi Maut Djarot Ingin Sidang Kasus Ahok Live Seperti Sidang Kopi Maut
Ini Alasan Kasus Ahok Diproses Secara Cepat Ini Alasan Kasus Ahok Diproses Secara Cepat

#Komisi Yudisial (KY) #Live Sidang Kasus Ahok #Sidang Kasus Ahok #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar