Ini Penyataan Tegas Kapolri Soal Sweeping Ormas Jelang Natal

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyampaikan sambutan pada acara Istigosah dan Doa Keselamatan Bangsa di Mesjid Agung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (22/11). Istigasah dan doa bersama tersebut dihadiri unsur Polri, TNI, tokoh alim ulama, anak yatim, dan sejumlah elemen masyarakat. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Arah -  Kepala Polri Jenderal Polisi Pol Tito Karnavian melarang keras ormas Islam melakukan sweeping kepada pihak tertentu jelang hari raya Natal. Terlebih menurutnya, jika sweeping itu dilakukan dengan tindakan anarkis.

Ia meminta jajaran kepolisian untuk segera menangkap oknum ormas yang melakukan sweeping secara anarkis.

"Saya sudah perintahkan kepada jajaran saya, kalau ada sweeping dengan cara anarkis, tangkap! Tangkap! dan proses karena itu pelangraran hukum," tegas Tito di Aula Latief Hadiningrat, Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (19/12/2016).

Selain itu Tito juga melarang aksi sweeping dengan dalih sosialisasi, tapi menimbulkan rasa takut bagi masyarakat.

"Kemudian ada yang menggunakan istilah sosialisasi tapi datangnya rame-rame, membuat rasa takut, ini juga harus kita larang dan tertibkan, nggak boleh," ujar Tito.

Baca Juga:

Jika Terpilih, Ini 3 Janji Sandiaga untuk Warga Jakarta

Ini Kata Ahok Soal Program 200 Ribu Pengusaha Besutan Anies-Sandi

Ia mengimbau, agar sosialisasi penggunaan atribut Natal bagi umat Muslim dilakukan menggunakan media, undangan ataupun melalui cabang-cabang MUI di tiap daerah.

"Bisa menggunakan media, undangan, kan ada majelis ulama Indonesia, ada cabang-cabangnya, undang mungkin ya," sarannya.

Sikap Kapolri itu menanggapi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 56 Tahun 2016 tanggal 14 Desember 2016 tentang hukum menggunakan atribut non-muslim. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa mengenai pelarangan penggunaan atribut Natal bagi karyawan muslim di beberapa perusahaan.

MUI mengeluarkan fatwa tersebut seiring fenomena saat peringatan hari besar agama non-Islam terdapat umat Islam menggunakan atribut atau simbol keagamaan non-Muslim karena keharusan atau instruksi dari perusahaannya. (Shemi)

Tetap pantau berita politik terbaru, hanya di arah.com

Berita Terkait:
Ini yang Dikhawatirkan Kompolnas Soal Edaran Polri Jelang Natal
Jangan Takut-takuti Rakyat dengan Demo
Jelang Natal dan Tahun Baru, Ini yang Diantisipasi Polri
Ini 5 Poin Kesepakatan Kapolri dan Habib Rizieq Terkait Demo 212
Rizieq: Polisi Jangan Larang-Larang Aksi Demo 2 Desember Lagi!

Berita Terkait

Soal Pemaksaan Memakai Atribut Natal, Kapolri: Laporkan Kalau Ada Soal Pemaksaan Memakai Atribut Natal, Kapolri: Laporkan Kalau Ada
MUI: Kami Minta Sweeping Atribut Non-Muslim Dihentikan MUI: Kami Minta Sweeping Atribut Non-Muslim Dihentikan
Soal Fatwa MUI, Kapolri: Jangan Sampai Memaksa dengan Ancaman Soal Fatwa MUI, Kapolri: Jangan Sampai Memaksa dengan Ancaman

#Ormas Islam #Kapolri Tito Karnavian #Hari Raya Natal #Fatwa MUI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar