Jadi Tersangka, ini Bentuk Suap yang Diterima Emirsyah Satar

Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, bersama sejumlah karyawan membersihkan bagian kabin pesawat B737-800 NG saat menghadiri kegiatan "Bersih-Bersih Pesawat" di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/4) malam. Kegiatan rutin setiap tahun ini digelar untuk memperat kebersamaan antara manajemen dan karyawan serta meningkatkan tanggung jawab atas asset perusahaan. (FOTO: Antara/Ismar Patrizki)

Arah -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, sebagai tersangka kasus penerimaan suap. Kasus ini terjadi dalam pembelian pesawat Airbus dan mesin pesawat Rolls Royce, saat Emir menjabat orang nomor satu di maskapai milik negara itu.

Menurut Wakil Ketua KPK, Laode Syarif, Emir menerima suap uang sebesar Rp20 miliar serta sejumlah barang. “Tersangka menerima suap dalam bentuk uang 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS. Kalau dirupiahkan sekitar Rp20 miliar,” katanya dalam jumpa pers di kantor KPK, Kamis (19/1).

Baca Juga:

Kisah Wanita Indonesia Kejar Shah Rukh Khan Sampai ke India

Geliat Pengusaha Muslimah di Inggris

Ini Dia Jurnalis Wanita Pertama yang Berani Mati di Gaza

Sedangkan suap dalam bentuk barang yang diterima Emir, nilainya mencapai 2 juta dolar AS. “Barangnya tersebar di Indonesia dan Singapura,” lanjut Laode tanpa memerinci jenis barangnya.

Emir yang kini menjabat Chairman Matahari Mall itu, menjabat Dirut Garuda pada 2005-2014. Kasus yang kini disidik KPK, sebelumnya sudah diusut Kantor Urusan Masalah Penggelapan atau The Serious Fraud Office (SFO), sejak beberapa tahun lalu.

Tetap pantau berita politik terkini, hanya di arah.com

Berita Terkait:Geledah Rumah Sekretaris MA, KPK Temukan Banyak Uang
Pasar Senen Kebakaran, Puluhan Mobil Pemadam Dikerahkan
Garuda Indonesia Pesan 14 Armada Airbus A330-900neo
KPK Periksa Heru Budi Terkait Reklamasi
Irman Ungkap Hubungan Dirinya dengan Penyuap
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
Tersangka Operasi Tangkap Tangan KPK
Ketika Penyidik Harus Diselidik
FOTO: Operasi Tangkap Tangan KPK

Tags : #Airbus #Jakarta #kpk #korupsi #Kasus Suap #Garuda Indonesia #Emirsyah Satar #Rolls Royce

Berita Terkait

Main Suap Selama 25 Tahun, Rolls Royce Dihukum Rp11 Triliun Main Suap Selama 25 Tahun, Rolls Royce Dihukum Rp11 Triliun
Selain Emirsyah, KPK Tetapkan Seorang Pebisnis Jadi Tersangka Selain Emirsyah, KPK Tetapkan Seorang Pebisnis Jadi Tersangka
Kasus Suap Rolls Royce ke Emirsyah Diselidiki Sejak 2012 Kasus Suap Rolls Royce ke Emirsyah Diselidiki Sejak 2012

#Jakarta #Garuda Indonesia #kpk #Rolls Royce #Airbus #Emirsyah Satar #Kasus Suap #korupsi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar