Donald Trump Segera Pindahkan Kedubes Amerika ke Yerusalem

Seorang pejalan kaki berjalan melewati toko "Tentara Rusia" berlokasi di seberang kedutaan Amerika Serikat (AS) dengan gambar Presiden terpilih AS Donald Trump pada papan reklame, di Moskow, Rusia, Jumat (20/1). Papan reklame tersebut menyatakan "Tentara Rusia. extra diskon 10 persen bertepatan dengan dilantiknya Presiden AS Donald Trump. Untuk pegawai kedutaan dan warga AS. 20 Januari 2017". ANTARA FOTO/REUTERS/Sergei Karpukhin/djo/17

Arah - Juru bicara Gedung Putih, Sean Spicer, menyampaikan bahwa negara tersebut masih pada tahap sangat awal untuk memenuhi janji Presiden Donald Trump yang berniat memindahkan kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem, Israel.

Tindakan tersebut diyakini akan memancing kemarahan negara-negara Arab, khususnya umat muslim.

"Kami masih berada pada tahap yang sangat awal, bahkan untuk membahas hal ini," kata Spicer dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan tidak ada pengumuman bahwa pemindahan kedutaan akan segera terjadi.

Kedutaan Besar Amerika berada di Tel Aviv, seperti kebanyakan pos diplomatik asing lainnya. Israel menyebut Yerusalem sebagai ibukota abadi, tapi Palestina juga mengklaim kota itu sebagai bagian dari negara Palestina. Kedua belah pihak merujuk pada kitab suci, sejarah, dan politik untuk pengakuan tersebut.

Trump yang selama kampanye pemilihan presiden 2016 berjanji untuk memindahkan kedutaan besar di Israel, berbicara melalui telepon pada hari Minggu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, telepon pertama sejak Presiden Amerika yang berlatar belakang pengusaha itu menduduki jabatannya pada hari Jum'at.

Baca Juga:Pelantikan Trump dan Obama Dibandingkan, Gedung Putih Meradang
Doakan Trump, Imam Besar Ini Pancing Kemarahan Umat Muslim


Setiap keputusan untuk menghentikan status quo cenderung mendorong protes dari sekutu Amerika di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yordania dan Mesir. Washington bergantung pada negara-negara tersebut untuk membantu memerangi kelompok militan ISIS, yang dinilai Trump sebagai sebuah aksi prioritas.

Kongres AS meloloskan undang-undang pada tahun 1995 yang menjabarkan Yerusalem sebagai ibukota Israel dan mengatakan kota itu tidak seharusnya dibagi, tapi presiden Amerika dari Partai Republik dan Demokrat berturut-turut telah menggunakan kekuatan kebijakan luar negeri mereka untuk mempertahankan Kedutaan Besar AS di Tel Aviv dan untuk kembali berunding antara Israel dan Palestina mengenai status Jerusalem.

Pada awal Desember, mantan Presiden Barack Obama memperbarui surat pelepasan tuntutan presiden hingga awal Juni. Tidak jelas apakah Trump secara hukum mampu menghapus keputusan itu dan melanjutkan rencananya dengan memindahkan kedutaan.

Diplomat AS mengatakan bahwa, meskipun ada undang-undang AS, namun kebijakan luar negeri Washington dalam prakteknya selaras dengan kebijakan PBB dan negara-negara besar lainnya, yang tidak melihat Yerusalem sebagai ibukota Israel dan tidak mengakui pencaplokan Israel atas Jerusalem Timur setelah merebutnya usai perang tahun 1967.

Israel menyetujui izin bangunan pada hari Minggu untuk ratusan rumah di tiga pemukiman Yerusalem Timur dengan harapan bahwa Trump akan menarik kembali kritik pemerintahan sebelumnya terhadap proyek tersebut. (Antara)

Tetap pantau berita politikhanya di arah.com

Berita Terkait:Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI
Doakan Trump, Imam Besar Ini Pancing Kemarahan Umat Muslim
Donald Trump Suarakan Islam Radikal, Indonesia Tak Perlu Tersudut
Usai Trump Dilantik, Cina Sebut Hubungan dengan AS Bisa Memburuk
Pelantikan Trump dan Obama Dibandingkan, Gedung Putih Meradang
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah
Hillary 'Kandas', Pendukung: Rasanya seperti 'Kamar Mayat'

#Jakarta #Yerusalem #Amerika Serikat #Israel #Presiden Amerika Serikat Donald Trump #Gedung Putih

Berita Terkait

Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI Gejolak Kebijakan Trump Khawatirkan Pemerintah RI
Upaya Trump Damaikan Israel-Palestina, Mental di Tangan Netanyahu Upaya Trump Damaikan Israel-Palestina, Mental di Tangan Netanyahu
Gedung Putih Disusupi Pria Tak Dikenal Gedung Putih Disusupi Pria Tak Dikenal

#Jakarta #Presiden Amerika Serikat Donald Trump #Amerika Serikat #Gedung Putih #Israel #Yerusalem

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar