Heboh! Ribuan Warga Unjuk Rasa Meminta Pembebasan Lahan

Petugas kepolisian berjaga untuk mengamankan aksi "4 November" di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (4/11). Para pengunjuk rasa yang sebelumnya berdemonstrasi di kawasan Monas mulai bergerak menuju Kompleks Parlemen untuk melanjutkan aksi menuntut pemerintah mengusut kasus dugaan penistaan agama dengan terlapor Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Arah -  Ribuan warga yang berdiam di kawasan lindung Register 38 Gunung Balak, di Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung menuntut pemerintah di sekitar kawasan lindung setempat, mereka turun ke jalan mendesak pengelolaan kawasan Register 38 yang sudah dihuni warga sejak tahun 1997.

"Kami menuntut pengelolaan kawasan Register 38 Gunung Balak yang sudah didiami selama ini pada lahan yang dikelola warga sejak tahun 1997," kata Wayan Pase, salah satu penduduk di kawasan Register 38 Gunung Balak, Sabtu (28/1), saat berdemo dan beraudensi dengan jajaran Pemprov Lampung, Pemkab Lampung Timur, Polres Lampung Timur, dan Kodim 0411 Lampung Tengah.

Wayan menuturkan tujuan demo warga kawasan Register 38 itu adalah meminta Pemprov Lampung lewat Dinas Kehutanan memberikan kejelasan status atas tanah yang didiami dan dikelola warga selama hampir puluhan tahun tersebut.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 6 Tersangka Kasus OTT Kepala Dinas di Bandung
Wajah Hijabers Amerika jadi Simbol Aksi Protes Anti-Trump




"Tujuan demo ini adalah bukan untuk melakukan aktivitas provokatif, kami meminta arahan dan pembinaan dari pemerintah terkait persoalam kami. Kami ingin kejelasan tanah kami, dan kami meminta tanah kami dilegalkan, sudah 20 tahun tanah ini kami tinggali," tambah Wayan.

Ia dibarengi warga lainnya membenarkan kejelasan tanah yang didiami statusnya ilegal karena yang dimaksud  merupakan tanah milik negara. Akan tetapi demi kesejahteraan masyarakat, pemerintah diminta melegalkannya.

Warga lainnya yang berdemo menuntut hal serupa. Selain menuntut pengelolaan tanah Register 38, warga juga mengungkapkan di sekitar kawasan lindung yang sudah digarap warga saat ini ditanami pula sejumlah tanaman oleh warga yang tidak dikenal sehingga bisa memicu konflik antarwarga.

"Lahan kami ditanami oleh warga yang tidak kami kenal. Kami ingin tanaman itu dicabut agar kami tidak dibenturkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab," ujarnya pula.

Masyarakat yang berdemo mengultimatum pemerintah dan pihak keamanan agar menyelesaikan permasalahan itu secepatnya, paling lama dua minggu ini sejak demo digelar.

Warga yang menyalurkan aspirasi tersebut ditemui langsung oleh Kapolres Lampung Timur AKBP Harseno, Perwira Penghubung Kodim Lampung Tengah Mayor Joko Subroto, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Pemkab Lampung Timur Tarmidzi, Kepala Bidang Perlindungan Hutan pada Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Wiyogo Supriyanto, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Kapolres Lampung Timur AKBP Harseno meminta masyarakat kawasan Register 38 untuk menempuh jalur yang diatur pemerintah terkait pengelolaan lahan di kawasan hutan lindung tersebut.

Bagi Harsono, tanah register adalah tanah negara dan pemerintah telah mengaturnya dalam Undang-undang terkait pengelolaannya.

Harsono menambahkan agar semua elemen termasuk didalamnya ada masyarakat beserta pemerintah agar pengelolaannya dan mempercayakan persoalan ini kepada pemerintah karena pemerintah akan menempuh jalan seadil mungkin tanpa merugikan masyarakatnya.

"Pengelolaan hutan atau Register 38 merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kehutanan. Kendati demikian Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memfasilitasi masyarakat dalam hal penyelesaian masalah Register 38, dan pemerintah pasti tidak akan merugikan masyarakatnya," kata Kapolres saat bermeditasi dengan pihak warga.

Dia menegaskan pihak kepolisian akan turut memikirkan bersama pemerintah untuk mencari jalan keluar permasalahan warga di Gunung Balak tersebut.

Tetap pantau dan update berita politik lainnya hanya di arah.com

Terkait:Sebelum ke Istana, Aliansi BEM se-Indonesia Berkumpul di HI
Gagal Temui Jokowi, BEM akan Datang Lagi dengan Massa Lebih Besar
Ini 4 Poin Kontrak Politik BEM Mahasiswa dengan Pemerintah
Sempat Tegang dengan Polisi, Perwakilan Mahasiswa Diterima Istana
Genjot Wisata, Lampung Gelar Festival Taman Hutan Raya

#Unjuk Rasa #Demonstrasi #Lampung #Pembebasan Lahan #Hutan

Berita Terkait

Akan Ada ‘Islamic Centre’ di Lampung Tengah Akan Ada ‘Islamic Centre’ di Lampung Tengah
Banjir Kepung 6.430 Hektar Tanaman Padi di Lampung Banjir Kepung 6.430 Hektar Tanaman Padi di Lampung
Gagal Temui Jokowi, BEM akan Datang Lagi dengan Massa Lebih Besar Gagal Temui Jokowi, BEM akan Datang Lagi dengan Massa Lebih Besar

#Lampung #Demonstrasi #Hutan #Lampung #Pembebasan Lahan #Unjuk Rasa

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar