Kabupaten ini Budidayakan Tanaman Obat Secara Massal

Majelis Taklim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Jawa Tengah, memenuhi pendopo Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (14/5). Pengurus Daerah IPHI Jawa Tengah menggelar seminar bertema "Implementasi Kemabruran Haji untuk Keunggulan Moral Bangsa". Seminar yang juga dihadiri Ketua Umum PP IPHI, H. Kurdi Mustofa ini diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-26 IPHI. (Foto: Istimewa)

Arah -  Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengimbau 86 desa membudidaya tanaman obat keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan.

"Kami telah mengarahkan 86 desa yang terdiri atas 1.212 pedukuhan untuk pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) dan 10 program pokok PKK untuk pemberdayaan masyarakat," kata Kustini Sri Purnomo selaku Ketua TP PKK Kabupaten Sleman pada kunjungan TP PKK Pusat dan Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Gamping, Kamis (2/2).

Bagi Kustini, jajarannya mengapresiasi atas kunjungan yang dilakukan pengurus pusat untuk meninjau keberhasilan Toga di Kecamatan Gamping, Sleman.

Baca Juga: Medali Emas Olimpiade Tokyo Terbuat dari Ponsel Bekas
Usaha Mikro Sedot Kredit Hampir Rp100 Triliun, Berapa yang Macet?




"Kehadiran pengurus pusat baik unsur TP PKK Pusat maupun Ditjen Bina Pemerintahan Desa dapat memberikan motivasi bagi PKK dan warga di Sleman, lebih khusus pada warga Kelurahan Banyuraden Gamping yang keluar sebagai juara III lomba Toga tingkat nasional pada 2016 untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasinya," ungkapnya.

Wakil Ketua I TP PKK DIY Gusti Kanjeng Bendhara Raden Ayu Adipati Pakualam berbangga atas prestasi yang diraih tersebut. Ia juga mengingatkan masyarakat agar mempertahankan prestasi yang diraih, jika perlu menambah pendampingan dalam pengembangan Toga.

"Kami mengimbau pada PKK selain pemanfaatan Toga juga memperhatikan masalah sampah. Sampah harus diperhatikan lebih serius baik penataan hingga pengolahannya untuk mengurangi pemanasan global," ujarnya lagi.

Sementara itu, Sekertaris Umum Tim Penggerak PKK Pusat Rosi Rosana yang meninjau langsung Toga di Dusun Modinan dan Geplakan menyampaikan bahwa pemanfaatan tanaman Toga yang dilakukan warga setempat sudah berjalan dengan baik, kewajiban penanaman 10 pohon setiap rumah juga sudah dipenuhi.

"Meskipun Toga diambil alih oleh Kementerian Kesehatan namun dalam pelaksanaannya tetap melibatkan kader PKK," tuturnya.

Rosi pun mengatakan, dalam penilaian lomba Toga sendiri nantinya selain dari Kemenkes, juga melibatkan TP PKK Pusat.

"Saat ini Kementerian Pertanian juga mulai merapat ke PKK untuk mensinergikan beberapa kegiatan antara lain pemberian bantuan ayam petelur di 10 provinsi, gerakan tanam cabai, serta bantuan mesin pertanian," tandasnya.

Terkait:Dubes Belanda Tawarkan Promosi Wisata Pulau Jawa
Wow! Juru Parkir Liar di Yogya Kantongi Rp750.000 per Hari
Wow, Warga Lereng Merapi Temukan Cobek Raksasa
Mabes Polri dan BPOM Ungkap 5 Gudang Penyimpanan Obat Ilegal
Polisi Tangkap Penjual Obat Kedaluwarsa di Pasar Pramuka

#Obat Herbal #Yogyakarta #Obat #Sleman

Berita Terkait

Dubes Belanda Tawarkan Promosi Wisata Pulau Jawa Dubes Belanda Tawarkan Promosi Wisata Pulau Jawa
Wow! Juru Parkir Liar di Yogya Kantongi Rp750.000 per Hari Wow! Juru Parkir Liar di Yogya Kantongi Rp750.000 per Hari
Wow, Warga Lereng Merapi Temukan Cobek Raksasa Wow, Warga Lereng Merapi Temukan Cobek Raksasa

#Sleman #Sleman #Yogyakarta #Obat #Obat Herbal

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar