Dituduh Terkait Terorisme, 4.400 PNS Turki Dipecat

Sejumlah perempuan mengibarkan bendera nasional Turki selama aksi terhadap serangan militan Kurdi baru-baru ini pada pasukan keamanan Turki di Istanbul, Turki, 20 September 2015. (REUTERS / Murad Sezer)

Arah - Pemerintah Turki telah memecat lebih dari 4.400 pegawai negeri sipil, termasuk guru, polisi, dan akademisi atas tuduhan keterkaitan dengan organisasi teroris, berikut dikutip dari surat keputusan yang dikeluarkan pada Selasa (7/2) malam waktu setempat.

Diberitakan Official Gazette, Ibrahim Kaboglu, profesor hukum ternama yang sangat menentang rencana perubahan undang-undang yang memberikan kekuasaan eksekutif yang lebih besar kepada Presiden Tayyip Erdogan, ikut daftar nama yang diberhentikan.

Erdogan mengklaim percobaan kudeta pada Juli 2016 lalu bagian langkah yang dilakukan oleh ulama Islam yang tinggal di Amerika Serikat, Fethullah Gulen. Namun Gulen sendiri tegas membantah segala tuduhan itu.

Baca Juga: Patung Lilin Donald Trump Pakai Rambut Sungguhan
Lucu, Harimau Obesitas Ini Jadi Viral




Pemecatan tersebut memicu kritikan di media sosial, anggota parlemen dari partai oposisi utama CHP, Sezgin Tanrikulu dalam akun Twitternya menyatakan bahwa beberapa perguruan tinggi yang sudah lama berdiri di Turki dirusak.

Turki telah menangguhkan lebih dari 125 ribu orang di pemerintahan dan instansi lainnya serta secara resmi menahan 40 ribu orang sejak percobaan kudeta militer menentang pemerintahan dan Presiden Erdogan.

Pemerintah membenarkan pemecatan tersebut mengingat sifat ancaman yang diberikan terhadap negara.

Pemecatan itu diumumkan di Official Gazette tanpa menyebutkan alasan selain keanggotaan, jaringan, organisasi teroris atau kelompok terkait teroris yang dianggap bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional.

Sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia dan Uni Eropa menyatakan bahwa Erdogan saat ini memanfaatkan situasi gawat darurat untuk memberangus segala bentuk perbedaan pendapat.

Ankara mengatakan bahwa langkah-langkah konkret tersebut dibutuhkan untuk memerangi para pendukung pemberontakan dan teroris lainnya.

Sekitar 330 akademisi telah dipecat karena mereka menandatangani petisi pada tahun lalu yang mengkritik tindakan militer terhadap kolompok garis keras Kurdi yang meresahkan masyarakat di wilayah tenggara Turki.

Pasca upaya kudeta militer tahun lalu, PKK dianggap sebagai kelompok teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.

 

 

Terkait:Ini Sosok yang Merekrut 16 WNI Terduga Teroris ISIS
Militer Turki Gempur Pertahanan ISIS, 65 Orang Tewas
Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen
Kapolda Metro Sebut Saksi Kasus Palu Arit Rizieq Sudah Cukup
Mantan Bintang Sepak Bola Mesir Masuk Daftar Teroris
FOTO: Luis Suarez Pahlawan Sekaligus Pesakitan
Janji Manis Djarot di Kampung Ambon
Deretan Tersangka Penyuap Patrialis Akbar
FOTO: Cerita di Balik Abyab Binsari, Gua Jepang di Pulau Biak
SBY: Penyadapan Bentuk Kejahatan Serius

#Jakarta #Turki #Recep Tayyip Erdogan #Terorisme #Organisasi #Militer Turki

Berita Terkait

Ini Sosok yang Merekrut 16 WNI Terduga Teroris ISIS Ini Sosok yang Merekrut 16 WNI Terduga Teroris ISIS
Militer Turki Gempur Pertahanan ISIS, 65 Orang Tewas Militer Turki Gempur Pertahanan ISIS, 65 Orang Tewas
Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen Sylvi Diperiksa Bareskrim, #SuperSylvi Curi Perhatian Netizen

#Jakarta #Militer Turki #Organisasi #Terorisme #Turki #Recep Tayyip Erdogan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar