Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’

Seorang sedang menikmati layanan antar GoJek dengan kendaraan roda dua. (Go-jek.com)

Arah - Deputi Menteri Transportasi Malaysia Datuk Ab Aziz Kaprawi mengatakan bahwa Malaysia tidak ingin mengambil kebijakan yang sama dengan Indonesia dan Thailand dimana mengizinkan adanya ojek online yang beroperasi.

"Kami tidak ingin pergi ke belakang seperti Jakarta atau Bangkok. Kami ingin menjadi negara maju seperti di Singapura dan London dengan transportasi umum yang layak,” katanya seperti dikutip Malay Mail Online, Kamis (16/2).

"Kami tidak ingin menjadi kota lancar seperti di Jakarta, Indonesia yang mengandalkan sepeda motor sebagai moda transportasi umum. Kami tidak ingin Kuala Lumpur pergi ke belakang, kami ingin menjadi setara dengan Singapura dan London," lanjutnya.

Pernyataan Ab Aziz itu dipicu setelah perusahaan lokal yang disebut ‘Dego Ride’ mendapat kecaman dari pemerintah untuk menjalankan layanan taksi roda dua sebagai sistem transportasi umum alternatif di Lembah Klang, Malaysia.

Baca Juga: Qodari: Anies Belajar Galak ke Ahok, Ahok Belajar Manis ke Anies
Pilgub DKI Dua Putaran, Begini Kicauan Ahmad Dhani

Ab Aziz mengatakan bahwa sementara pemerintah hanya memberi izin transportasi online roda empat seperti Uber dan Grab untuk beroperasi. Sementara sepeda motor tidak diizinkan karena dianggap terlalu berbahaya.

"Kami tidak pernah izinkan untuk sepeda motor menjadi layanan taksi. Hal ini karena alasan keamanan, ada banyak faktor yang bisa berbahaya," ujarnya.

"Sepeda motor hanya dimaksudkan untuk digunakan sebagai kendaraan pribadi dan tidak dapat beroperasi sebagai taksi. Kami tidak pernah berikan izin sepeda motor untuk menjadi layanan taksi," tegas Ab Aziz.

Menteri Transportasi Malaysia, Datuk Seri Liow Tiong Lai pada Senin (13/2) mengatakan bahwa layanan ‘Dego Ride’ ilegal dan harus dihentikan segera untuk alasan keamanan. Bahkan, dia juga memperingatkan bahwa aparat penegak bisa mengaku sebagai penumpang untuk menangkap driver sepeda motor yang menawarkan ojek online.

Sementara itu, pendiri dan CEO ‘Dego Ride’ Nabil Feisal Bamadhaj sejak itu dilaporkan telah memerintahkan 6.000 pengendara sepeda motor untuk berhenti memberikan layanan taksi.

"Kami meminta pengendara kami untuk menghentikan operasi segera karena kami tidak ingin mereka melanggar hukum,” katanya.

"Kami juga ingin bekerja sama dengan pihak berwenang sehingga masalah ini dapat diselesaikan dengan baik," tutupnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Terkait:Polri Dianggap Bisa Kewalahan Jika Rizieq Dikriminalisasi
Malaysia Pesan Kapal Perang Buatan PT PAL
Langsung Orasi Usai Diperiksa, Gema Takbir Iringi Habib Rizieq
Penambahan Anggota DPR Diyakini Tak Akan Bebani Negara
WNI Ditemukan Tewas dengan Luka Tikam di Malaysia
Seni Mural dan Grafiti Membawa Kehidupan di Kota Mati Mesir
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha
Spanduk Penolakan Sopir Angkutan Umum
Aksi Anarki Demo Sopir Angkutan
FOTO: Pasar Senen Diamuk Si Jago Merah

#Jakarta #Malaysia #Ojek Online

Berita Terkait

Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq Ulama dan Ormas Deklarasi Dukung Habib Rizeq
Hasil Survei: Elektabiltas Ahok-Djarot Melambung Pasca Debat Hasil Survei: Elektabiltas Ahok-Djarot Melambung Pasca Debat

#Jakarta #Malaysia #Ojek Online #Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar