Dugaan Pencucian Uang GNPF MUI, Polisi Periksa 5 Saksi

Kabagpenum Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul saat memberikan keterangan pers di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Kamis (8/12). (Foto: Arah.com/ Restu Saputra)

Arah -  Penyidik Bareskrim Polri mengagendakan pemeriksaan lima orang saksi dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dengan tindak pidana asal pengalihan kekayaan Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

"Lima orang tersebut adalah pihak Divisi Kepatuhan BNI, pihak Divisi SDM BNI, M. Luthfie Hakim sebagai bendahara GNPF-MUI, staf bendahara yakni Marlina. Yang terakhir Otto," kata Kombes Pol Martinus Sitompul, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, di Mabes Polri, Jakarta, Senin.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan seorang tersangka yakni Islahudin Akbar, staf BNI Syariah yang berperan mencairkan dana dari rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua. Pencairan dana tersebut merupakan permintaan dari Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir.

Bachtiar sendiri telah diperiksa sebanyak dua kali dalam statusnya sebagai saksi kasus ini yakni pada Jumat (10/2) dan Kamis (16/2).

Kepada wartawan, Bachtiar mengatakan bahwa dirinya mengelola dana Rp3 miliar di rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua. Dana yang dikumpulkan dari umat tersebut sebagian digunakan untuk mendanai Aksi 411 dan Aksi 212.

Selain itu, dana itu juga digunakan untuk membantu para korban bencana gempa di Pidie Jaya, Aceh, dan bencana banjir di Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Seperti dikutip Antara, Bachtiar menegaskan tidak ada penyalahgunaan dalam pengelolaan dana yang terkumpul di rekening yayasan.

Baca Juga: Otak Pembunuhan Kim Jong Nam Kabur Melalui Jakarta
Ikuti Bandung Hantam Hoax, Marcella Zalianty Harap Ada Aksi Lain

Menurut Bachtiar, pihaknya hanya meminjam rekening yayasan tersebut agar arus dana dari umat dapat dipantau dengan baik.

Dalam kasus ini, penyidik berusaha mengusut selebaran yang diunggah di media sosial yang meminta masyarakat menyumbangkan uang untuk Aksi Bela Islam III melalui rekening khusus GNPF-MUI atas nama Yayasan Keadilan Untuk Semua.

Dalam selebaran tersebut, tertera penanggung jawab rekening tersebut adalah Bachtiar Nasir, Zaitun Rasmin dan Luthfie Hakim.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Terkait:Ini Cara Ketua GNPF MUI Harumkan Nama Umat Islam di Dunia
Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Penjelasan Bachtiar Nasir
Kapolda Jabar Khawatir Aksi 112 Dipolitisir
Potensi Ganggu Kamtibmas, Polda Metro Tak Keluarkan Izin Aksi 112
Bachtiar Nasir Sebut Ahok Dilindungi Ilmu Sihir saat Persidangan
Dianggap 'Pemujaan Setan' Comic Con Pertama di Arab Saudi Digelar
FOTO: Patung Lilin Trump Pakai Rambut Manusia
Deretan Tersangka Penyuap Patrialis Akbar
FOTO: Cerita di Balik Abyab Binsari, Gua Jepang di Pulau Biak
SBY: Penyadapan Bentuk Kejahatan Serius

#Jakarta #Tindak Pidana Pencucian Uang #GNPF-MUI #411 #Aksi 112 #Bachtiar Nasir

Berita Terkait

Ini Cara Ketua GNPF MUI Harumkan Nama Umat Islam di Dunia Ini Cara Ketua GNPF MUI Harumkan Nama Umat Islam di Dunia
Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Penjelasan Bachtiar Nasir Penuhi Panggilan Bareskrim, Ini Penjelasan Bachtiar Nasir
Kapolda Jabar Khawatir Aksi 112 Dipolitisir Kapolda Jabar Khawatir Aksi 112 Dipolitisir

#Jakarta #GNPF-MUI #Bachtiar Nasir #Tindak Pidana Pencucian Uang #Aksi 112 #411

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar