Pengamat: Keraguan Mendagri Copot Ahok Bisa Timbulkan Aksi Besar

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meluncurkan bus Transjakarta 'vintage' di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (14/2/2017). (arah.com/Helmi Shemi)

Arah -  Pengamat yang juga dosen Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Yusa Djuyandi  menilai massa kontra terdakwa gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan lebih terfokus pada aksi 212 yang dinaungi oleh Forum Umat Islam (FUI) meski Selasa (21/2/2017) juga bertepatan dengan sidang kesebelas Ahok di gedung  Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Pasalnya, selama persidangan terdapat massa baik yang kontra maupun pro Ahok menggelar aksi di depan Kementan.

"Namun tampaknya massa alumni 212 disinyalir akan lebih meramaikan persidangan karena momentum tgl 21 Februari," ujar Yusa melalui rilisnya kepada wartawan, Senin (20/2/2017).

Alasannya, aksi yang digelar di depan gedung DPR RI juga menyuarakan agar Ahok segera diberhentikan sebagai gubernur karena status terdakwanya dalam kasus dugaan penistaan agama.

"Akan ramainya persidangan (21-2) juga disebabkan oleh tidak dinonaktifkannya Ahok sebagai gubernur, dimana sebagai terdakwa memang sebaiknya Ahok diberhentikan sementara sebagai gubernur," sebutnya.

Baca Juga: Setianya Djan Faridz ke Kubu Ahok-Djarot
Ini Jawaban Fadli Zon Saat Disinggung Jika Masa 212 Nginap di DPR




Yusa juga menilai peran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang dinilainya ragu untuk memberhentikan sementara Ahok bisa mengakibatkan aksi susulan yang lebih besar .

"Pemberhentian sementara Ahok sebagai gubernur merupaka hal yang penting, alasannya beliau adalah terdakwa dan dalam kasus lain beberapa kepala daerah yang sudah menjadi terdakwa juga diberhentikan sebagai kepala daerah. Keraguan Mendagri untuk memberhentikan sementara Ahok lah yang kemudian juga menjadi faktor pendorong terjadinya aksi susulan yang mungkin lebih besar," jelasnya.

Ia pun berharap aksi 212 besok dapat berlangsung aman dan tertib seperti aksi sebelumnya. Baik massa yang hadir di persidangan maupun di DPR.

"Hal baik yang sudah dilakukan dalam aksi sebelumnya harus bisa dipertahankan. Begitu juga terhadap massa pendukung Ahok diharapkan mampu menjaga keamanan, sehingga tidak ada bentrok diantara dua massa yang berlainan kepentingan," pungkasnya. (Shemi)

Terkait:Jaksa Agung: Pencopotan Ahok Bukan Bergantung Pada Tuntutan Jaksa
Pusing Banyak Gugatan untuk Ahok, Mendagri Konsultasi ke MA
Pendukung Optimis Ahok Tak Bersalah, Ini Alasannya
Kurang Koordinasi, Ahok Semprot Panitia Acara Bedah Bukunya
Pertahankan Ahok jadi Gubernur, Sikap Mendagri Dinilai Tepat
FOTO: Pengunjung Rumah Lembang Membludak, Ini Penampakannya
Romantisme Musim Gugur dan Musim Dingin di London Fashion Week
FOTO: Nikmatnya Aroma Klasik Kopi Banaran
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha
Gara-gara Konflik, Orangutan Hampir Kehilangan Hutan

#Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Jakarta #Basuki Tjahaja Purnama #kemendagri #Tjahjo Kumolo #Menteri Dalam Negeri (Mendagri)

Berita Terkait

Jaksa Agung: Pencopotan Ahok Bukan Bergantung Pada Tuntutan Jaksa Jaksa Agung: Pencopotan Ahok Bukan Bergantung Pada Tuntutan Jaksa
Pusing Banyak Gugatan untuk Ahok, Mendagri Konsultasi ke MA Pusing Banyak Gugatan untuk Ahok, Mendagri Konsultasi ke MA
Pendukung Optimis Ahok Tak Bersalah, Ini Alasannya Pendukung Optimis Ahok Tak Bersalah, Ini Alasannya

#Jakarta #Basuki Tjahaja Purnama #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Menteri Dalam Negeri (Mendagri) #kemendagri #Tjahjo Kumolo

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar