BNPB: Jakarta, Bekasi, Tangerang Masih Rentan Banjir

Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Gunung Sahari Raya, Jakarta, Selasa (21/2). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa ada 54 titik banjir yang tersebar di wilayah Jakarta dengan ketinggian bervariasi. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Arah -  Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kawasan Jakarta, Bekasi dan Tangerang masih rentan terendam banjir.

"Banjir yang mengepung wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang pada Selasa menunjukkan wilayah tersebut masih rentan terhadap banjir," kata Sutopo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan beberapa wilayah tersebut juga memiliki tingkat kerentanan banjir yang meningkat.

Hal itu tidak terlepas dari dampak perubahan penggunaan lahan yang begitu pesat di wilayah Jabodetabek sehingga hampir 80 persen hujan jatuh berubah menjadi aliran permukaan tanpa diserap tanah.

Baca Juga: Ini Alasan Mendagri 'Ngotot' Tak Mau Copot Ahok
Menangkan Ahok-Djarot, Ini Perintah Megawati

Sementara kapasitas drainase dan sungai, kata dia, jauh lebih kecil daripada debit aliran permukaan yang menyebabkan banjir dan genangan terjadi dimana-mana.

Mengutip antara, Sutopo mengatakan dari citra satelit Landsat tahun 1990 hingga 2016 menunjukkan permukiman dan perkotaan berkembang luar biasa.

Permukiman nyaris menyatu antara wilayah hulu, tengah dan hilir dari daerah aliran sungai yang ada di Jabodetabek.

Dengan begitu, lanjut dia, sangat minim ruang terbuka hijau atau kawasan resapan air sehingga suatu keniscayaan air hujan yang jatuh sekitar 80 persennya berubah menjadi aliran permukaan.

Bahkan di wilayah perkotaan sekitar 90 persen hujan menjadi aliran permukaan.

"Kapasitas sungai-sungai dan drainase perkotaan mengalirkan aliran permukaan masih terbatas. Okupasi bantaran sungai menjadi permukiman padat menyebabkan sungai sempit dan dangkal. Sungai yang harusnya lebar 30 meter, saat ini hanya sekitar 10 meter, bahkan ada sungai yang lima meter," kata dia.

Kondisi tersebut menyebabkan banjir sehingga ia mengatakan relokasi permukiman di bantaran sungai adalah keniscayaan jika ingin memperlebar kemampuan debit aliran. 

Terkait:Jakarta Dikepung Banjir, Kemang Hingga Grogol Lumpuh
Kata Ahok Soal Banjir Jakarta Hari Ini
Ini Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut BNPB
Terkait Data Banjir, Ada Apa dengan BNPB dan BPBD DKI?
Terendam Banjir, 2 Jalur Tol Jakarta-Cikampek Ditutup
Jangan Menyalahkan, Ini Kata Mereka Soal Musibah Banjir Jakarta
Janji Manis Djarot di Kampung Ambon
FOTO: Badai dan Longsor Salju di Afghanistan Puluhan Orang Tewas
FOTO: Gadis Afghanistan Melawan Prasangka dengan Seni Bela Diri
FOTO: Libya Cegat Migran di Perairan Sabratha

#BNPB #Jakarta #Banjir Jakarta #Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) #Ancaman Banjir

Berita Terkait

Jakarta Dikepung Banjir, Kemang Hingga Grogol Lumpuh Jakarta Dikepung Banjir, Kemang Hingga Grogol Lumpuh
Kata Ahok Soal Banjir Jakarta Hari Ini Kata Ahok Soal Banjir Jakarta Hari Ini
Ini Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut BNPB Ini Perbedaan Banjir dan Genangan Menurut BNPB

#Jakarta #Ancaman Banjir #Banjir Jakarta #Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) #BNPB

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar