Ini Safari Keren dalam Rangka 14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur

Candi Borobudur. (Foto: central-java-tourism.com)

Arah -  Melihat Potensi alam yang ada di sekitar Borobudur, safari budaya Borobudur dalam rangka "14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur" baru diadakan. Dalam acara yang dimulai Kamis (9/3),  pengunjung membawa paket sayuran yang dibagikan ke berbagai daerah.

Paket sayuran itu mereka bawa dengan menggunakan mobil bak terbuka, dijaga serta dibagikan kepada masyarakat sekitar Candi Borobudur oleh para seniman petani dengan mengenakan pakaian kesenian tradisional, seperti tarian jatilan, campur, dan ndolalak.

Paketan sayur yang terdiri dari loncang, tomat, wortel, kubis, sawi, cabai, dan seledri itu terdapat sekitar  250 keranjang, yang merupakan  hasil panenan petani dari Gunung Sumbing, Merbabu, dan Merapi. Rangkaian agenda budaya tersebut  digelar selama tiga bulan (9 Maret hingga 21 Mei 2017).

Sebelum Safari tersebut dilakukan, Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo membuka acara di pelataran barat daya Candi Borobudur.

Baca Juga: Mantap, Wonderful Indonesia Eksis di International Yoga Festival
Cadas! Legenda Band Rock Jepang 'X Japan' Guncang Fans di London

"Kami bawa sayuran untuk dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar Borobudur dalam acara Safari Budaya ini," kata seorang pemimpin kelompok kesenian rakyat dari Kajoran di kawasan Gunung Sumbing yang juga anggota panitia 14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur, Epen Widodo.

Acara Safari Budaya Borobudur ini menjadi keramaian masyarakat desa dan ajang silurahim para pegiat serta pelestari tradisi, budaya, dan kesenian tradisional di kawasan Candi Borobudur.

Seperti yang dilansir Antara, tema yang diusung dalam acara ini adalah "Memetri Candi, Nguri-Uri Tradisi" yang terjemahannya kira-kira "Merawat Candi Melestarikan Tradisi".

Dari kegiatan tersebut, Kepala Balai Konservasi Borobudur Marsis Sutopo menyebut Safari Budaya Borobudur sebagai ungkapan syukur para petani yang sekaligus pegiat seni tradisional di daerah setempat.

Selain mengunjungi beberapa desa, kegiatan lain seperti pementasan kesenian rakyat, seminar budaya dan pariwisata, lokakarya seni tradisi, kirab budaya memperingati Hari Warisan Budaya, pementasan Sendratari Kidung Karmawibangga, dan pawai budaya sebagai puncak acara "14 Tahun Ruwat-Rawat Borobudur" akan dilaksanakan.

Pendiri Yayasan Brayat Panangkaran Borobudur yang juga penggagas Ruwat-Rawat Borobudur, Sucoro, mengatakan agenda itu merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan karena melalui nenek moyang Bangsa Indonesia, Dia telah menghadirkan mahakarya berupa Candi Borobudur.

Berita Terkait

Mendikbud Belanda Kunjungi Candi Borobudur, ini Agendanya Mendikbud Belanda Kunjungi Candi Borobudur, ini Agendanya
Mendikbud Canangkan 15 Ribu Sekolah Model Pendidikan Karakter Mendikbud Canangkan 15 Ribu Sekolah Model Pendidikan Karakter
'Festival Lomba Seni Siswa Nasional' Lestarikan Budaya Daerah 'Festival Lomba Seni Siswa Nasional' Lestarikan Budaya Daerah

#magelang #candi borobudur #Komunitas Budaya #magelang

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar