Unik! Jelang Panen, Desa Ini Gunakan Tradisi 'Katto Bokko'

Panen padi petani di Lalitpur, Nepal 26 Oktober 2016. (REUTERS / Navesh Chitrakar)

Arah -  Indonesia terkenal dengan budayanya yang beragam, baik dalam menyambut hari yang bahagia atau saat berduka ketika ada yang meninggal.

Namun seiring perkembangan zaman banyak budaya yang ditinggalkan karena berbagai alasan. Ada yang ditinggalkan karena sudah tidak ada yang mengetahuinya, atau pun dianggap ketinggalan zaman.

Hal berbeda dilakukan oleh keturunan Karaeng Marusu dan masyarakat eks-wilayah pemerintahan Karaeng Marusu di Kabupaten Maros, Sulawesi selatan. Yang masih mempertahankan tradisi 'Katto Bokko' atau pesta adat saat panen raya

"Tradisi ini merupakan simbol permulaan panen yang masih kami pertahankan yang terdiri dari 14 tahapan yang dilaksanakan keluarga kekaraengan (kerjaaan) dan pegawai atau masyarakat," kata Abdul Waris Karaeng Sioja di Maros, Sulsel, Selasa.

Menurut keturunan atau anak dari Karaeng Marusu ke-18, Tajuddin Karaeng Masiga ini, kegiatan tradisi yang dilaksanakan sekali setahun ini, selain sebagai ajang silaturrahim juga menunjukkan kebersamaan tanpa ada sekat antara pihak bangsawan dan masyarakat.

Pada kegiatan "Katto Bokko" yang dilaksanakan pada 15 Maret 2017 ini, lanjut dia, mempertemukan antara pemilik sawah, pekerja sawah dan pemuka adat untuk duduk bersama membahas masalah pertanian.

Baca Juga: Meme-meme Terlucu Sindir Kasus Mega Korupsi E-KTP
Peneliti Temukan Jejak Kaki Dinosaurus di China

Dia mengatakan, pelaksanaan tradisi ini sudah dilakukan oleh silsilah keturunan Raja Marusu ke-24. Namun setelah kemerdekaan RI tidak lagi berbentuk kerajaan, tetapi dalam bentuk Kekaraengan yang dipimpin oleh pemangku adat dan kini sudah yang ke-6.

Mengenai tradisi "Katto Bokko" ini, pihak pemerintah biasanya juga turut andil, khususnya Dinas Pariwisata setempat. Berkaitan dengan pelaksanaan tradisi yang masih tetap terjaga ini, Karaeng Sioja berharap agar kelak dapat masuk dan menjadi kalender wisata.

"Sebelum pelaksanaan 'Katto Bokko' sendiri, para pemangku adat dan masyarakat berembuk menentukan hari pelaksanaan panen perdana secara adat," katanya.

Selanjutnya, tradisi panen perdana itu akan dipimpin oleh seorang 'pinati' yang bertindak selaku pemimpin prosesi adat panen di lahan Kekaraengan Marusu. Panen padi jenis 'ase banda' ini menggunakan alat tradisional yakni anai-anai atau 'pakkatto' dalam bahasa masyarakat setempat.

Update Berita unik lainnya hanya di arah.com

Berita Terkait

Sulawesi Selatan Targetkan 376 BUMDes Pada 2017 Sulawesi Selatan Targetkan 376 BUMDes Pada 2017
Bahaya, Oknum Dosen UNM Bercanda Ada Bom di Tasnya Bahaya, Oknum Dosen UNM Bercanda Ada Bom di Tasnya
Cuaca Buruk, Nelayan Pulau Kadatua Tak Berani Melaut Cuaca Buruk, Nelayan Pulau Kadatua Tak Berani Melaut

#Makassar #Sulawesi Selatan #Tradisi Budaya #Katto Bokko

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar