Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia

Penari menampilkan kesenian tari Jayandaru dalam pembukaan Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) di alun-alun Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (10/3). Festival yang diselenggrakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur dan diikuti 14 kabupaten atau kota di Jawa Timur tersebut bertujuan untuk menggali kearifan lokal suatu daerah dan meningkatkan seni budaya di Jawa Timur.( foto/antara/Umarul Faruq)

Arah -  Indonesia memasarkan destinasi pariwisata yang ada di Jawa Timur kepada publik di Malaysia dalam ajang pameran internasional MATTA Fair 2017 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizky Handayani di Jakarta, Minggu, mengatakan pihaknya mengangkat Jatim dalam ajang Malaysian Association of Tour and Travel Agents (MATTA) Fair 2017 yang diselenggarakan di Hall 3, Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur, pada 17-19 Maret 2017.

Baca Juga: Ini Jawaban Telak Anies untuk Sindiran Eva Sundari
Geramnya Sandiaga Uno Dituding akan Terapkan Syariat Islam
Jika Lengser, Ini Sosok Pengganti Ahok
Kehabisan Dana Kampanye, Anies-Sandiaga Minta Bantuan Relawan

"Indonesia mendapatkan kesempatan menampilkan kesenian Geleng Ro'om Dance dari Jawa Timur sebagai penutup rangkaian acara Opening Ceremony yang disambut dengan meriah oleh tamu undangan yang hadir," kata Rizki.

Pada partisipasi tahun ini, Indonesia menampilkan paviliun seluas 324 m2 dengan 36 booth dan tema utama destinasi Jawa Timur.

Dikutip Antara, beberapa ikon pariwisata Jatim yang dipromosikan di antaranya arsitektur Rumah Majapahit, Candi Wringin Lawang, serta berbagai citra destinasi dari Jawa Timur seperti landscape Gunung Bromo, blue fire Gunung Ijen, kampung Warna-Warni, dan lain-lain.

Menurut Rizki, Malaysia merupakan pasar utama pariwisata Indonesia yang harus terus diperhatikan. Oleh karena itu keikutsertaan dalam MATTA Fair merupakan langkah yang strategis karena MATTA Fair sekaligus merupakan pameran B to C yang rutin diselenggarakan lebih dari 15 kali setiap tahunnya.

Di samping itu, MATTA Fair juga sebagai pameran yang terbesar di Malaysia dengan dikunjungi lebih dari 100.000 visitors selama 3 hari pameran.

Tahun ini, Paviliun Indonesia diramaikan oleh 80 pelaku industri terdiri dari perhotelan, atraksi wisata, travel agen, maskapai Garuda Indonesia, dan sejumlah pelaku industri yang lain.

Selain itu ada pula 8 pemerintah provinsi yakni dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara 4 pemeritah kota/kabupaten meliputi Solo, Banyuwangi, Kediri, dan Batu.

"Selama pameran berlangsung, di Paviliun Indonesia dilaksanakan berbagai aktivitas, antara lain B to C, pelayanan informasi, pendistribusian bahan-bahan promosi, coffee, gift redemption, pertunjukan kesenian dari Jatim dan Bengkulu di Common Stage MATTA Fair dan Mini Stage Indonesia, demo dan workshop oleh pengrajin keramik, demo spa, photo booth, serta online market survei," ujarnya.

Pada tahun ini pula, Kemenpar menargetkan mampu menjaring wisman Malaysia sebesar 1.772.000 juta orang atau meningkat signifikan dibandingkan pada 2016, wisman Malaysia sebanyak 1.225.458 orang.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

'Wonderful Indonesia' Raih Gelar Terbaik di Ajang Turisme Dunia 'Wonderful Indonesia' Raih Gelar Terbaik di Ajang Turisme Dunia
Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin
Wisata Tanjung Lesung Tarik Minat Biro Perjalanan Malaysia Wisata Tanjung Lesung Tarik Minat Biro Perjalanan Malaysia

#Jakarta #Promosi Pariwisata Indonesia #Kementerian Pariwisata #pariwisata indonesia aman #Wonderful Indonesia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar