Dituding Lakukan Kampanye Hitam, Bawaslu Panggil Saiful Mujani

Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). (Foto: saifulmujani.com)

Arah -  Komisioner Badan Pengawas Pemilu Daerah DKI Jakarta Muhammad Jufri mengatakan akan memanggil secepatnya pihak terlapor yakni Saiful Mujani untuk klarifikasi laporan pihak pelapor dari tim advokasi pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

"Secepatnya, besok rencananya Selasa 21 Maret 2017 Bawaslu akan panggil Saiful Mujani untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Jufri saat dikonfirmasi di kantor Bawaslu DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara, Senin (20/3).

Jufri menjelaskan, laporan pihak pelapor sudah diterima dan akan menindak lanjuti laporan tersebut, dengan memanggil pertama adalah pihak pelapor untuk melengkapi laporannya, dan akan memanggil pihak terlapor secepatnya.

Baca Juga: Soal Beredarnya Surat Kontrak Politik, Ini Langkah Anies Baswedan
Anies-Sandi: Bawaslu Harus Bertindak Tegas, Panggil Saiful Mujani

Lanjutnya, pihak pelapor dari tim advokasi pasangan calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga membawa bukti print out surat kontrak politik yang dianggap palsu, percakapan @saiful_mujani di twitter dan berita bantahan paslon nomor urut tiga sebanyak empat lembar.

"buktinya baru print out dari twitter dua lembar dan sisanya bantahan dari pelapor bahwa kontrak tersebut palsu bukan di tanda tangani oleh pasangan calon Anies-Sandi," ucap Jufri.

Dapat diketahui isi surat kontrak politik yang di upload pada akun sosial media @saiful_mujani sebagai berikut, "Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyatakan siap memimpin DKI Jakarta dengan nilai-nilai syariat Islam dan mendengarkan nasihat para Mufassir dan Ulama".

Dalam akun media sosial twitter @saiful_mujani bukti foto surat kontrak yang diupload pada Sabtu, 18 Maret 2017 pukul 16.42 WIB lalu, menjadi viral di sosial media dan sudah di bagikan oleh 155 orang dan disukai oleh 59 orang pengguna twitter

Lebih lanjut, bahwa surat kontrak politik palsu tersebut diduga untuk menurunkan elektabilitas Aniss-Sandi pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. (Muhamad Ridwan)

Berita Terkait

Soal Beredarnya Surat Kontrak Politik, Ini Langkah Anies Baswedan Soal Beredarnya Surat Kontrak Politik, Ini Langkah Anies Baswedan
Survei: Putaran Kedua Pilkada DKI Tanpa Ahok-Djarot Survei: Putaran Kedua Pilkada DKI Tanpa Ahok-Djarot
PDIP Klaim Warga Jakarta Puas dengan Kinerja Ahok-Djarot PDIP Klaim Warga Jakarta Puas dengan Kinerja Ahok-Djarot

#Jakarta #Pilkada Serentak 2017 #pilkada serentak #Pilkada DKI

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar