PDIP: Ahok-Djarot Lakukan Penggusuran untuk Angkat Derajat Warga

Pasangan Petahana nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat di auditorium hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (4/3). (Foto: Arah.com/ M Ridwan)

Arah -  Politikus PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko, mengatakan, pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat tidak mau membohongi warga dengan memberikan janji tak ada gusur menggusur hanya karena mengharapkan suara pada Pilkada DKI 2017.

"Penggusuran dinilai tetap perlu dilakukan demi kebaikan bersama dan tidak membahayakan warga. Pemerintahan Ahok-Djarot justru tengah mengangkat derajat hidup warga menengah ke bawah yang rumahnya digusur dengan merelokasi mereka ke rumah susun," kata Budiman, di Jakarta, Rabu.

Budiman mengatakan hal itu menanggapi tudingan bahwa pemerintahan Basuki-Djarot tidak memihak warga, terutama mereka yang hidup di kelas menengah bawah dengan memperlakukan mereka secara tak manusiawi yakni dengan menggusur.

Anggota Komisi II DPR ini menyebutkan, menggusur tak lantas membuktikan pemerintahan Basuki-Djarot abai pada warganya.

Menurutnya, masyarakat harus merubah mind set atau pola pikirnya agar tidak salah kaprah.

"Pemerintahan Basuki Djarot bukan menggusur, melainkan memindahkan warga yang menempati area-area tak layak huni dan terlarang dibangun permukiman ke tempat yang jauh lebih baik," kilahnya dikutip antara.

Baca Juga: Djarot Sowan ke KH.Salahudin Wahid, Ada Apa?
Djarot Ogah Tanggapi Polemik Taksi Online

Salah satu contohnya adalah permukiman warga di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung yang kini giat dinormalisasi.

Menurut dia, ada sejumlah pihak yang terkesan berusaha menanamkan pemahaman yang salah demi meraih simpati publik, khususnya terkait isu penggusuran. Warga dibiarkan merasa tetap nyaman dengan perasaannya padahal, wilayah yang mereka tempati berpuluh-puluh tahun itu justru menurunkan kualitas hidupnya.

"Jargon yang selama ini digembar-gemborkan, Biarkan orang miskin nyaman dengan keadaanya. Toh selama ini dia nyaman berpuluh-puluh tahun disitu. Membela orang miskin bagi calon yang lain adalah Biarkan orang miskin nyaman dengan perasaannya, padahal lingkungannya itu akan membuat dia terdegradasi hidupnya, menurun kualitas hidupnya, terancam karena lingkungan yang berbahaya. Tidak sehat dan terancam banjir," kata Budiman.

Pemerintahan Basuki-Djarot, lanjut dia,memiliki pendekatan berbeda dan jauh lebih manusiawi dalam menata kota Jakarta.

Solusi menyediakan rusun di kawasan yang lebih layak dinilai mampu memberikan jaminan keberlangsungan dan keberlanjutan hidup manusia Jakarta di mana ada sebuah kepastian perbaikan hidup.

"Jadi prinsipnya, Ahok mendekatkan orang miskin pada fasilitas sarana dan prasarana yang membuat dia tidak miskin lagi hingga anak cucunya. Mengeluarkan mereka dari lingkungannya yang selama puluhan tahun bersamanya dan menimbulkan kenyaman palsu. Padahal itu berbahaya," katanya.

Berita Terkait

Panas!!! Djarot-Sandiaga Saling Sindir Soal Kasus Hukum Panas!!! Djarot-Sandiaga Saling Sindir Soal Kasus Hukum
PAN Jamin 'All Out' Menangkan Anies-Sandi di Pilkada DKI PAN Jamin 'All Out' Menangkan Anies-Sandi di Pilkada DKI
Para Cagub Berebut Suara Lansia di Pilkada DKI Para Cagub Berebut Suara Lansia di Pilkada DKI

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Pilkada DKI #Hasil Quick Count DKI #Hasil Quick Count

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar