Kagum, Kerukunan Umat Beragama di Lebak Patut Dicontoh

Ilustrasi: Ribuan Santri Mengaji. (Foto: Antara/Ahmad Subaidi)

Arah -   Tokoh masyarakat Kabupaten Lebak Oji Santani mengatakan daerah itu layak dijadikan daerah percontohan kerukunan umat beragama di Tanah Air.

"Percontohan itu karena Lebak sangat kondusif dan damai dengan kenaekaragaman perbedaan agama dan suku," kata Oji Santani di Rangkasbitung, Sabtu.

Selama ini, kerukunan umat beragama di Kabupaten Lebak berjalan baik, bahkan belum pernah terjadi perpecahan maupun tindakan kekerasan.

Masyarakat di daerah itu cukup relegius dengan agama Islam sehingga lebih mengedepankan kedamaian dan silatuhrahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Apabila, ada perbedaan maupun permasalahan bisa ditangani dengan dialog yang melibatkan tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah daerah.

Karena itu, kerukunan umat beragama di masyarakat berjalan dengan baik dan damai.

"Kami terus meningkatkan kualitas persatuan dan kesatuan bangsa guna mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat," kata mantan anggota DPRD Kabupaten Lebak.

Baca Juga: Alhamdulilah, 181 Warga Jambi Jadi Mualaf
Masya Allah, Anak Disabilitas Ini Dipeluk Imam Masjidil Haram
Mengharukan, Suami Istri Ini Tinggal Di Selokan Selama 22 Tahun

Menurut Oji, selama ini kerukunan umat beragama di Lebak sangat layak dijadikan percontohan di Tanah Air.

Sebab, perbedaan agama, suku, budaya dan bahasa harus saling toleransi dan menghormati antarkeyakinan masing-masing.

Namun, mereka tetap wajib bersatu dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Selama ini, masyarakat Lebak aman, nyaman,damai dan tertib,terlebih terdapat budaya masyarakat Baduy dan Kaolotan.

Masyarakat Baduy dan Kaolotan hingga kini belum pernah mengalami perbuatan tindakan kriminal.

"Kami mengapresiasikan kerukunan umat beragama di Lebak kondusif," katanya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lebak, KH Baijuri mengatakan selama ini, toleransi antaragama tidak ada masalah terkait perbedaan keyakinan yang dianut masyarakat.

Selain itu juga dalam kehidupan di masyarakat saling toleransi dan menghargai sehingga terjalin persatuan dan kesatuan bangsa.

Bahkan, sikap toleransi itu dapat dibuktikan jika umat Nasrani merayakan Natal maka umat Muslim melakukan pengamanan gereja maupun mengatur lalu lintas.

Begitu juga sebaliknya bila umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan mereka saling menghargai dengan tidak makan dan minum di tempat umum.

"Kami menilai toleransi antaragama sangat damai dan indah," katanya menjelaskan.

Baijuri juga mengoptimalkan dialog antarpemuka agama antara lain pemuka agama Islam, Kristen, Katolik, Budha dan Konghucu.

Dalam pertemuan dialog itu dilakukan rutin bulanan dan bertujuan menjalin hubungan silatuhrahmi antarpemuka agama.

"Kami setiap dialog itu membahas pentingnya kerukunan antarumat beragama," ujarnya.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lebak Encep Safrudin Muhyi mengatakan, selama ini hubungan kerukunan umat beragama di daerah ini sangat baik dan damai.

Hubungan kerukunan antarumat beragama itu tentu perlu dipertahankan sehingga tidak terjadi ancaman perpecahan dalam NKRI.

"Kami secara rutin melakukan pembinaan kepada para pemuka agama dan masyarakat untuk menjalin harmonisasi antarumat beragama agar terjalin dengan baik," katanya. seperti dikutip dari antara

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Jelang Debat Cagub DKI, Ini yang Jadi Fokus Anies Baswedan Jelang Debat Cagub DKI, Ini yang Jadi Fokus Anies Baswedan
Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang Timses: Elektabiltas Ahok-Djarot Meningkat Tajam Setelah Sidang
SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi SBY Ngetwitt Soal Berita Hoax, Ini Tanggapan Timses Agus-Sylvi

#Jakarta #Banten #Kerukunan/ Toleransi Beragama

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar