Kini Djarot yang Tidak Peduli Menang atau Kalah Pilkada

Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menghadiri silaturahmi Paguyuban Blitar Raya se-Jabotabek di Jakarta, Minggu (8/1). Silaturahmi yang dihadiri ratusan warga Blitar se-Jabodetabek itu dalam rangka menyambut tahun baru 2017. (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Arah -  Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah mengatakan tidak terlalu peduli apakah dirinya akan menang atau kalah di Pilkada DKI 2017 ini. Kini giliran pasangannya Djarot Saiful Hidayat yang sependapat dengan Ahok.

Pasalnya, Djarot mengaku tidak terlalu memusingkan menang atau kalah dalam Pilkada melainkan fokus pada program kerjanya.

"Kita ikhlas aja, jalan aja, maka saya sama pak Ahok senyum aja gak pernah tegang, jalan aja, strateginya apa jalan aja kaya gini," kata Djarot di Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (6/4/2017).

Baca Juga: Hari Ini KPU Pastikan DPT Pilkada Putaran Kedua DKI Jakarta
Jika Terpilih Anies akan Bangun Pusat Penyandang Disabilitas

Jika nantinya dalam membenahi Jakarta dianggap belum cukup jika hanya satu periode, Djarot dan Ahok akan memperjuangkan untuk memenangkan Pilkada DKI 2017 ini.

"Kita akan perjuangkan dua periode sehingga pengerjaan yang sudah kita letakkan bisa tuntas," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahok mengaku tidak terlalu peduli dirinya menang atau kalah dalam Pilkada DKI 2017 ini.

"Saya mikir gini lah, ini kan waktu sangat pendek, misalnya kalau Tuhan gak ijinin saya jadi gubernur, saya tetap jadi gubernur sampai Oktober (habis masa jabatan)," kata Ahok Selasa kemarin.

Menurut Ahok, ia hanya berfokus pada programnya, khususnya untuk lansia dengan memberikan bantuan, yang disebutnya menggunakan dana operasionalnya, termasuk menyiapkan program Kartu Jakarta Lansia dan Panti Jompo di Ciangir, Tangerang.

Baginya, hal yang paling penting adalah agar warga tau, kelak ketika ia tidak menjabat, hal apa saja yang telah ia perbuat untuk Jakarta.

Sebelumnya, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara. Sedangkan Ahok-Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara. Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot dan Anies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Shemi)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Nyanyi Lagu 'Panggung Sandiwara', Djarot Sindir Lawan Politiknya Nyanyi Lagu 'Panggung Sandiwara', Djarot Sindir Lawan Politiknya
Setelah Ahok, Kini Giliran Djarot yang Nonton Film Bid'ah Cinta Setelah Ahok, Kini Giliran Djarot yang Nonton Film Bid'ah Cinta
Tamasya Al-Maidah, Timses Ahok: Itu Intimidasi Tamasya Al-Maidah, Timses Ahok: Itu Intimidasi

#Jakarta #Pilkada DKI Putaran Kedua #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Hasil Quick Count DKI #Djarot Saiful Hidayat

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar