Bantah Tiru Program Anies, Ini Cicilan Rumah Murah Ala Ahok

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Jumat (31/3/2017). (foto/arah.com/Shemi)

Arah -Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyangkal bahwa program rumah murah miliknya tidak meniru progran rumah DP Rp 0 pasangan Anies-Sandi.

"Enggak justru aku bilang kita udah jauh sebelum kita ngomong gitu,  kamu baca saja di koran. Saya tawarkan 2,5 persen dari tahun tahun lalu," kata Ahok di Hotel Harris, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (9/4).

Ahok menjelaskan rumah empat skema yang aman, nyaman, sehat dan tidak pusing cicilan. Diperuntukan masyarakat yang menerima gaji Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 3.000.000 per bulan.

Lanjutnya, cicilan program rumah murah tersebut sama seperti membayar kost, dengan cicilan yang murah masyarakat yang menerima gaji bulanan UMP dapat memiliki rumah hunian aman, nyaman, sehat dan tidak pusing cicilan.

"Kalau gaji kamu sudah naik lagi Rp5 juta sampai Rp7 juta per bulan, kamu pun belum bisa rumah di Jakarta sebetulnya, makanya kita sediakan yang harga kost," imbaunya.

Sebelumnya keempat skema rumah murah tersebut ialah, Skema satu, warga dengan penghasilan di bawah Rp3 juta per bulan akan diberi subsidi sewa sebesar 80 persen, dengan rincian Rp 300 ribu/bulan (tanpa lift) dan Rp 450 ribu/bulan (dengan lift).

Skema dua, kelas menengah akan diberi subsidi sewa Rp 1,5-2 juta per bulan. Namun belum dijelaskan definisi kelas menengah. Skema satu dan dua ini masih untuk hunian sewa.

Kemudian skema ketiga, warga dengan penghasilan di atas Rp 10 juta/bulan akan diberi hak milik subsidi cicilan, dengan besaran cicilan Rp 2-3 juta/bulan. Jadi peserta skema ketiga bisa memiliki apartemen atau rumah susun yang dicicil.

Skema empat, warga pemilik tanah apartemen yang digunakan untuk membangun hunian. Para pemilik tanah ini akan mendapat unit apartemen seluas 2 sampai dengan 2,5 kali luas tanah.

Baca Juga: Ini Isi Kontrak Politik Anies Baswedan dengan Warga Kota
Tak Disangka, Ternyata Ini Janji Prabowo Jika Anies-Sandi Menang

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menetapkan hasil Pilkada DKI pada putaran pertama, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni memperoleh 17.07 persen suara, Sedangkan Ahok- Djarot memperoleh 42,99 persen suara, dan pasangan  Anies-Sandiaga memperoleh 39,95 persen suara.

Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan quick count Pilkada DKI yang dirilis sejumlah lembaga survei. Sehingga pasangan Ahok-Djarot danAnies-Sandi yang berhak maju ke Pilkada DKI putaran kedua. (Muhamad Ridwan)

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka Ini 3 Risiko Terbesar Jika Ahok-Djarot Lakukan Kampanye Terbuka
Kampanye Pilkada DKI, Djarot Sempat Terjatuh Saat Naik Reog Kampanye Pilkada DKI, Djarot Sempat Terjatuh Saat Naik Reog
Beredar Tolak Salatkan Jenazah, Ini Jawaban Tegas Ahok Beredar Tolak Salatkan Jenazah, Ini Jawaban Tegas Ahok

#Jakarta #Hasil Pilkada DKI #Pilkada DKI Jakarta 2017 #Kampanye Pilkada #Hasil Quick Count DKI #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar