Debat Final Pilkada, Ira Koesno: Lebih Panas yang Pertama

Ira Koesno kembali terpilih sebagai moderator debat cagub-cawagub DKI Jakarta putaran kedua. (Foto: Twitter/ @irakoesno)

Arah - Moderator sekaligus pemandu jalannya debat kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, Ira Koesno, mengatakan debat yang dihelat KPU DKI Jakarta bisa lebih menarik tanpa terikat oleh peraturan.

Ira melanjutkan, pada segmen empat dan lima hal itu coba ditampilkan oleh dirinya saat membawa kedua paslon beradu gagasan dengan saling menanggapi pertanyaan yang dilontarkan masing-masing pihak.

"Harusnya bisa lebih panas ya tapi mungkin terutama kita mencoba memberikan ruang itu di segmen 4-5. Mereka adalah debat terbuka gitu ya langsung antara Cagub dan Cawagub tapi ini balik lagi pada soal karakter dan aturan," ujar Ira Koesno di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017) malam.

Namun, Ira mengakui debat paling panas terjadi pada putaran pertama saat ketiga pasangan calon masih ada yang tersisih. Sebab, saat itu ketiga Cagub dan Cawagun baru pwrtama kali bertatap adu program dengan disaksikan jutaan pasang mata masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Debat Pilkada, Hasto: Pertanyaan Komunitas Dirancang Serang Ahok
Jelang Pencoblosan, Timses ‘Jaga’ Mulut Ahok Agar Berkata Santun

"Kalau dari panasnya lebih panas pertama karena yang pertama itu bener-bener pertama kali dan itu bertiga waktu itu kita tau bahwa pasangan nomer 1 memang beberapa kali tidak hadir karena memang bukan resmi," imbuhnya.

Disamping itu, Ira tetap menghargai upaya yang dilakukan KPUD DKI Jakarta sebagai penyelenggara debat untuk menghadirkan konsep yang berbeda dengan sebelumnya.

"Saya menghargai apa yang dilakukan oleh KPU Jakarta karena tentu KPU DKI berbeda adalah berbeda dengan televisi swasta misalnya yang siarkan debat aturanya juga lebih kaku tapi dari segala regulasi yang mendukung itu."

"KPUD berani mencoba mengambil inisiatif begitu supaya paling tidak publik bisa melihat ada 'crossing firenya' dan siapa yang terbaik itu bisa muncul karena kalau adu argumentasi begitu kan orang harus siap dengan segalanya bukan hanya secara karakter dia baik tapi secara rasio program itu semuanya bisa jalan dan orang bisa lihat jadi itu si sebenarnya," tutur Ira.

Debat kandidat paslon sudah banyak dilakukan dengan menyampaikan program kerja antar Cagub dan Cawagub. Pada debat semalam pun, Ira ingin menunjukkan karakter dari para calon pemimpin Jakarta melalui jawaban-jawaban yang disampaikan kepada publik.

"Kalau sekarang sudah berapa kali diadakan debat juga oleh TV gitu ya sehingga paling tidak mereka saling menakar kemampuannya tapi disini satu debat yg dilakukan secara formal terlepas dari aturan yang membelenggu mereka berdua paling tidak mereka berusaha mengeluarkan yang terbaik karena mereka tahu debat ini berpengaruh besar terhadap perolehan suara mereka terutama buat terhadap pihak pihak yang belum menentukan sikap," katanya.

Mengenai jalannya debat, Ira menilai suasana debat lebih kondusif dari tiga debat yang sempat digelar pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta lalu. Menurutnya, masing-masing pendukung sudah memperbaiki diri meskipun masih ada yang kurang tertib.

"Kalau saya melihat debat pamungkas jumlah pendukung lebih banyak itu hal lumrah tapi saya melihat kalaupun ada sedikit kisruh ditegur langsung masing-masing timses berusaha introspeksi menjaga supaya pasukan yang dibawa taat aturan," pungkasnya. (Restu)

Berita Terkait

Begini Pengamanan Lapis 4 Jelang Debat Pilkada DKI Jakarta Kedua Begini Pengamanan Lapis 4 Jelang Debat Pilkada DKI Jakarta Kedua
Hadapi Debat Pamungkas, Anies: Saya Lebih Rileks Hadapi Debat Pamungkas, Anies: Saya Lebih Rileks
Ini Panelis yang Hadir dalam Debat Pamungkas Ini Panelis yang Hadir dalam Debat Pamungkas

#Jakarta #debat pilkada #Pilkada DKI Jakarta 2017

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar