Perbankan BUMN Diharap Tak Saling Senggol

Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno (ketiga kiri) didampingi Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam (kedua kanan) meninjau sekaligus bertransaksi langsung dengan menggunakan Kartu Bank BRI setelah membeli produk-produk UMKM yang di tampikan di Rumah Kreatif BUMN Bank BRI di Gianyar, Bali, Sabtu (28/01). Bank BRI berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah dalam rangka memperkuat sektor UMKM di Indonesia, salah satunya melalui pembangunan Rumah Kreatif BUMN Bank BRI. (Foto: Humas Bank BRI)

Arah -  Menteri BUMN Rini Soemarno menekankan perusahaan perbankan dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk tidak saling bersinggungan, melainkan saling berbagi pelayanan atau "share service".

"Kenapa antara BUMN harus berantem, kenapa gak 'share' saja. Yang saya tekankan, kalau kita bersama-sama sinergi, bisa lebih efisien. Pak Alex bisa dapat bunga rendah, tetapi perbankan kita dapat pendapatan cukup," kata Menteri Rini di Jakarta, Kamis (13/4/2017) malam, dikutip Antara.

Baca Juga: DPW PPP Jakarta Resmi Mendukung Ahok-Djarot, Ini Alasannya
Bantu Pengobatan Jupe, Puluhan Artis Gelar Penggalangan Dana

Dalam menutup acara "Executive Leadership Program" itu, Rini mencontohkan sebelum ia memimpin Kementerian BUMN, empat bank Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN saling berkompetisi dalam memberikan bunga yang rendah, namun hal itu justru bisa merugikan perusahaan.

Ia mengatakan perang antarperusahaan BUMN dengan sektor industri yang sama justru akan menjatuhkan perusahaan yang kalah. Menurut dia, perusahaan swasta justru akan senang melihat perusahaan BUMN bersinggungan.

Rini juga mencontohkan perusahaan konstruksi BUMN, seperti Wijaya Karya, Waskita Karya dan PP tidak perlu saling berebut lelang proyek yang nantinya merugikan pihak yang kalah.

"Perusahaan karya-karya seperti Wika, Waskita, PP, ada satu proyek tender, jor-joran satu sama lain. Akhirnya satu perusahaan karya menang, yang lainnya rugi. Perang di BUMN janganlah terjadi," ungkapnya.

Ia menekankan BUMN harus menerapkan budaya kekeluargaan dan sesama perusahaan dapat saling berbagi pelayanan sehingga keuntungan didapat sekaligus masyarakat juga mendapatkan manfaat.

Pada penutupan acara, Menteri Rini pun meluncurkan Kartu Indonesia Poin yang memungkinkan karyawan BUMN dan anggota keluarganya dapat memperoleh manfaat maksimal dari program promosi antar BUMN.

Kartu BUMN selain berfungsi sebagai kartu identitas multifungsi, alat pembayaran (uang elektronik), juga dapat digunakan untuk program loyalti baik pengumpulan, transfer dan penggunaan poin antara BUMN, serta akses ke infrastruktur perusahaan maupun fasilitas layanan kesehatan.

"Ada fasilitas untuk saling tukar poin rewards tadi misalnya Garuda Miles bisa ditukar menjadi Telkomsel poin, ini nanti bisa buat beli pulsa. Telkomsel poin juga bisa ditukar dengan poin Kimia Farma," kata Direktur Utama Telkom Indonesia Alex Sinaga.

Untuk perolehan dan penukaran poin dapat dilakukan di berbagai gerai bank BUMN, seperti BRI, BNI, BTN dan Bank Mandiri, serta gerai Pertamina, Kimia Farma dan Grup Telkom Indonesia, yang nantinya dapat digunakan untuk pembelian voucer kartu telepon atau tawaran promosi poin dari BUMN lainnya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ini Sosok Nakhoda Pertamina Pengganti Dwi Soetjipto Ini Sosok Nakhoda Pertamina Pengganti Dwi Soetjipto
Rini Soemarno: BUMN Siap Kuasai 51 Persen Saham Freeport Rini Soemarno: BUMN Siap Kuasai 51 Persen Saham Freeport
Direksi Dirombak, Dirut dan Wadirut Pertamina Dicopot Direksi Dirombak, Dirut dan Wadirut Pertamina Dicopot

#Jakarta #Aset Perbankan #Menteri BUMN #Kementerian BUMN

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar