Warga Diminta Tidak Membangun di Lokasi Longsor

Warga menyelamatkan harta benda di rumahnya yang rusak akibat longsor di bantaran Sungai Bekasi, kawasan Kebalen, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (19/2). Bencana longsor di bantaran sungai itu akibat banjir kiriman Sungai Cikeas, Bogor dan diperparah intensitas curah hujan tinggi, sedikitnya tujuh bangunan rumah rusak satu diantaranya terbawa arus sungai, tapi tidak menimbulkan korban jiwa. (foto/antara/Risky Andrianto)

Arah - Bupati Lebak Iti Octavia mengajak warga tidak kembali membangun rumah di lokasi longsor karena khawatir terulang kembali bencana yang menimbulkan korban jiwa.

"Kami berharap warga korban longsor di Dusun Curug Injuk Desa Gunungsari Kecamatan Banjarsari tidak kembali membangun rumah di lokasi bencana alam," kata Iti Octavia di Lebak, Banten, Minggu (23/4).

Ajakan Bupati itu karena khawatir lokasi bencana alam itu dapat menimbulkan longsor susulan.

Apalagi, saat ini cuaca tidak bersahabat dan berpeluang terjadi bencana alam.

Bahkan curah hujan disertai angin kencang hampir berlangsung setiap hari di wilayah Kabupaten Lebak.

Pemerintah daerah menganjurkan kepada warga yang tinggal di daerah itu sebaiknyanya lokasi rawan longsor dijadikan areal perkebunan jagung.

Saat ini, permintaan jagung cenderung meningkat dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami minta warga tidak kembali membangun rumah di lokasi longsor," ujarnya.

Menurut Bupati, saat ini lokasi rawan longsor di Dusun Curug Injuk Desa Gunungsari Kecamatan Banjarsari masuk kategori rawan pergerakan tanah.

Sebab lokasinya di daerah itu perbukitan dan jika hujan dikhawatirkan arus deras air tidak tertahan oleh kekuatan tanah.

Kontur tanah di daerah itu stabil sehingga dapat mengakibatkan pergerakan tanah dan berbahaya bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor.

Diberitakan Antara, selain itu juga lokasi rawan longsor tidak terdapat tanaman keras sebagai areal penghijauan.

Karena itu, kata Bupati, sebaiknya lokasi rawan longsor ditanami jagung dan cabai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Baca Juga: Kartu Kredit Baru Bakal Dipasang Pemindai Sidik Jari
Melihat Langsung Indahnya Paras Bumi dari Luar Angkasa

"Kami yakin lokasi rawan longsor sangat berbahaya jika kembali warga membangun rumah," ujarnya menjelaskan.

Ia mengatakan bencana pergerakan tanah di Kecamatan Banjarsari sebanyak 49 kepala keluarga (KK) kondisinya rumah rusak berat dan ringan.

Pemerintah daerah menyalurkan bantuan masing-masing Rp15,5 juta untuk kembali membangun rumah, namun lokasinya tidak di berada di daerah rawan longsor.

"Kami berharap bantuan itu dapat meringakan beban ekonomi warga yang terkena bencana alam," katanya.

Dadang (43),seorang warga yang menjadi korban longsor mengaku dirinya sangat berterimakasih kepada pemerintah daerah yang telah menyalurkan bantuan berupa uang Rp15,5 juta.

Bantuan sebesar Rp15,5 juta untuk kembali membangun rumah warga yang terkena longsor dua bulan lalu.

"Kami membangun rumah tidak di lokasi longsor karena khawatir terjadi longsor susulan," katanya.

Video trending pilihan redaksi

Berita Terkait

Sepenggal Keceriaan di Balik Nestapa Bencana Ponorogo Sepenggal Keceriaan di Balik Nestapa Bencana Ponorogo
Astaga,Tahun 2016  Tercatat 576 Kali Longsor Terjadi di Indonesia Astaga,Tahun 2016 Tercatat 576 Kali Longsor Terjadi di Indonesia
Kisah Pilu Kakak Beradik Tertimbun Longsor Nganjuk Kisah Pilu Kakak Beradik Tertimbun Longsor Nganjuk

#Jakarta #Longsor #Jalur Longsor #Korban Longsor #Kabupaten Lebak #Banten

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar