Isu Reshuffle Menteri, Saatnya Jokowi Memilih Tanpa Embel Parpol

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Salim Said ketika ditemui di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (24/4). (Foto: Arah.com/ Anugrah Andriansyah)

Arah - Guru Besar Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Salim Said menilai isu reshuffle yang berhembus akan dilakukan Presiden Joko Widodo sangat mungkin terjadi. Salim menambahkan, perombakan yang akan dilakukan Presiden Jokowi tentu bertujuan kepada memperkuat kontrol terhadap pemerintahan.

"Adanya perombakan kabinet itu karena Jokowi ingin memperkuat kontrolnya kepada negara," katanya di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Ia melanjutkan, perombakan susunan menteri kabinet, akan membuat presiden dapat menghilangkan bayang-bayang partai politik yang sebelumnya menyodorkan nama untuk mengisi kursi menteri di kabinet Jokowi.

"Kebanyakan menteri yang sudah diangkat itu mulanya disodorin oleh partai politik pendukung. Sekarang Jokowi ingin meletakan kekuasaan dibawah kontrol dia sendiri. Jadi beliau pilih ingin pilih sendiri," pungkas Salim.

Baca Juga: Soal Isu Reshuffle Jokowi, JK: Ya Mungkin Ada Itu
Bahas Riak-riak Pilgub Jabar, DPR RI Panggil KPU dan Bawaslu

Sebelumnya, Jokowi dalam acara Kongres Ekonomi Umat sempat menyinggung soal kinerja Menteri. "Tahun depan (2018) saya berikan target 7 juta sertifikat harus keluar. Tahun depannya lagi, 9 juta sertifikatnya harus dikeluarkan, untuk rakyat, petambak kecil, petani, nelayan, tukang becak. Saya bekerja memang selalu memakai target. Itu urusannya menteri. Setahu saya, target itu harus dapat diselesaikan," kata Jokowi dalam pidatonya.

Perlu diketahui, dalam reshuffle kabinet pertama dan kedua, Jokowi terlebih dulu melempar sinyal-sinyal sebelum benar-benar mengganti para pembantunya. Sebelum reshuffle partama pada bulan Agustus 2015, Jokowi kerap bicara soal evaluasi kinerja menteri. Soal evaluasi ini 'digaungkan' Jokowi bulan Juni 2016, lalu reshuffle benar-benar terjadi dua bulan setelahnya.

Pada reshuffle jilid II di penghujung Juli 2016, pernyataan soal kemungkinan pergantian menteri sudah dilempar Jokowi bulan Maret 2016. Jokowi mengutarakan hal itu saat menghadiri peringatan HUT Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. (Anugrah Andriansyah)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Soal Isu Reshuffle Jokowi, JK: Ya Mungkin Ada Itu Soal Isu Reshuffle Jokowi, JK: Ya Mungkin Ada Itu
Gara-gara Hal Ini, Jokowi Ancam Reshuffle Kepada Para Menteri Gara-gara Hal Ini, Jokowi Ancam Reshuffle Kepada Para Menteri
Jokowi Kantongi Nama Pansel Pengganti Patrialis Akbar Jokowi Kantongi Nama Pansel Pengganti Patrialis Akbar

#Jakarta #reshuffle menteri #Reshuffle Kabinet #presiden joko widodo #presiden jokowi

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar