Situs Dibajak Karena Tarif Mahal, Ini Jawaban Telkomsel

Ilustrasi: Telkomsel ketika meluncurkan 400 unit Compact Mobile BTS (Base Tranciever Station) atau disingkat Combat di Lapangan Tegalega Bandung, tahun 2013 silam. (Telkomsel Newsroom)

Arah -  Situs operator telekomunikasi Telkomsel dibajak oleh peretas alias hacker pada Jumat pagi (28/4). Ya, peretas itu menumpahkan kekesalannya atas tarif internet Telkomsel yang mahal.

Menariknya, peretas itu justru banjir dukungan dari netizen di Twitter. Ya, netizen mengatakan aksi hacker itu dianggap mewakili keluhan pengguna Telkomsel.

Lalu apa tanggapan Telkomsel?

Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati, mengatakan terima kasih dan menghargai keluhan masyarakat pengguna soal tarif kuota internet. Hal itu menunjukkan bahwa produk seluler kami digunakan oleh masyarakat luas.

"Terkait tarif, tentunya ini berkaitan dengan kualitas yang ingin diberikan agar pelanggan dapat menikmati layanan broadband Telkomsel dimana pun berada," kata Adita, dalam keterangan pres yang diterima Arah.com, Jumat siang (28/4).

Adita menjelaskan, terkait penentuan tarif Telkomsel, perusahaan merujuk pada biaya komponen jaringan termasuk untuk kebutuhan akses bandwidth internasional.

"Untuk itu, Telkomsel menawarkan berbagai pilihan paket internet kepada pelanggan, dengan berbagai pilihan harga," jelasnya.

Baca Juga: Tarif Internet Mahal, Alasan Peretas Bajak Situs Resmi Telkomsel
Situs Resmi Telkomsel Dibajak, Ini kata Manajemen
Ramai-ramai Netizen Dukung Peretas Situs Resmi Telkomsel

Adita juga menyampaikan saat ini layanan Telkomsel hadir di 95 persen wilayah populasi Indonesia melayani seluruh pelanggan hingga ke pelosok negeri, bahkan hingga perbatasan. Layanan 4G Telkomsel juga telah hadir di sekitar 500 ibu kota/kabupaten untuk memberikan pelanggan pengalaman internet cepat.

"Saat ini pelanggan Telkomsel mencapai 169 juta pelanggan dimana sekitar 50 persen di antaranya tercatat sebagai pelanggan 3G/4G," ujar Adita.

Dalam rilis itu, Telkomsel juga telah melaksanakan pembangunan sekitar 25.000 BTS baru sepanjang 2016, yang mana 92 persen di antaranya merupakan BTS 3G/4G. Telkomsel memiliki total BTS sekitar 137.000 unit, dengan komposisi BTS 3G/4G sebesar 61 persen.

"Semua ini tentunya kami tujukan untuk bisa membantu masyarakat memperoleh akses telekomunikasi yang dapat mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di seluruh Indonesia," tutup Adita.

Video Trending Pilihan redaksi:

Berita Terkait

Situs Resmi Telkomsel Dibajak, Ini kata Manajemen Situs Resmi Telkomsel Dibajak, Ini kata Manajemen
Ramai-ramai Netizen Dukung Peretas Situs Resmi Telkomsel Ramai-ramai Netizen Dukung Peretas Situs Resmi Telkomsel
Situs Telkomsel Dibajak, Begini Penampakannya Situs Telkomsel Dibajak, Begini Penampakannya

#Jakarta #Situs Telkomsel diretas #Telkomsel #Kasus Peretasan #Peretas Indonesia #Peretas (Hacker)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar