Aa Gym: Percuma Aksi Tanpa Keridhoan Allah

Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid, KH. Abdullah Gymnastiar yang dikenal dengan Aa Gym menyampaikan pidatonya pada acara "Apel Nusantara Bersatu" di Lapangan Gasibu Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/11). Apel Nusantara Bersatu yang bertajuk "Indonesia Milikku, Indonesia Milikmu, Indonesia Milik Kita Semua" merupakan kegiatan untuk memupuk kesadaran nasionalisme, kesatuan, dan persatuan bangsa agar tidak terpecah belah dalam koridor Bhinneka Tunggal Ika. (Foto: Antara/Agus Bebeng)

Arah -  KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang turut hadir dalam Aksi Simpatik 5 Mei (55) di Masjid Istiqlal, mengatakan peserta aksi bela Islam akan percuma jika tidak mendapatkan ridha Allah.

"Percuma datang jauh-jauh ke sini kalau Allah tidak ridha," kata Aa Gym saat memberi nasihat dari podium kepada peserta Aksi 55.

Menurutnya, aksi bela Islam berseri yang menuntut penegakan hukum atas kasus penodaan agama harus mengindahkan kesantunan dalam menyampaikan aspirasi sehingga ridha Allah menyertai. Dengan kata lain, Aa Gym meminta peserta aksi untuk selalu menjaga diri dengan perkataan dan tindakan yang baik.

Aksi bela Islam jilid berapa pun, kata dia, harus selalu membela agama bukan membela diri sendiri atau egois. Jika memang membela agama maka harus turut menunjukkan diri sebagai pribadi yang Islami dengan menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik dalam melancarkan aksi.

"Jangan karena memikirkan kasus Ahok membuat kita tidak memikirkan akhlak kita, jangan karena menuntut keadilan kita tidak adil terhadap akhlak kita sendiri," ujarnya.

Baca Juga: Rizieq: Saya Sengaja Pergi Umrah Supaya Tidak Disandera Polisi
Mencengangkan, Ini Pengakuan JK Soal Pencalonan Anies
Didemo GNPF MUI, Ahok Malah Gelar Tumpengan

Aa Gym mengingatkan akan rugi  peserta aksi bela Islam jika dirinya tidak mampu meningkatkan keimanannya. Orang beriman akan selalu bertindak dengan aksi yang menambah keimanan bukan dengan tindakan tercela.

"Jangan malah selalu mengingat agar hakim persidangan adil tapi lupa Allah. Jangan mulut takbir tapi hati tidak," jelasnya.

Dia mengatakan sebaiknya peserta aksi selalu fokus dalam dua hal yaitu ada pelaku penistaan agama dan terdapat permintaan penegakan hukum. Maka dari itu, jangan pernah bertindak di luar batas yang justru mempermalukan agama Islam.

Beberapa perilaku tercela bisa saja dilakukan umat Islam apalagi saat berkerumun dalam jumlah yang banyak. Salah satunya, perilaku membuang sampah sembarangan.

"Jangan malah dzolim pada diri sendiri dan orang lain. Selalu ikhlas dan benar," pungkasnya dikutip Antara.

Aksi Simpatik 55 itu sendiri dihadiri ribuan anggota umat Islam dari berbagai latar belakang. Dalam salah satu kegiatan itu diisi dengan nasihat keagamaan setelah shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal.

Nampak dalam aksi itu seperti Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Bachtiar Nasir, Aa Gym (ulama), Zaitun Rasmin (GNPF-MUI), Nasaruddin Umar (Imam Besar Masjid Istiqlal) dan lainnya.

Sementara itu, tidak nampak Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI Habib Rizieq Syihab karena yang bersangkutan sedang berada di Tanah Suci, Arab Saudi.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Niat Bela Islam, Tenaga Medis di Tangerang Boyong ke Istiqlal Niat Bela Islam, Tenaga Medis di Tangerang Boyong ke Istiqlal
Viral, Video Pengadangan Massa Aksi 55 di Cirebon Viral, Video Pengadangan Massa Aksi 55 di Cirebon
Jelang Putusan Sidang Ahok, Ini Tanggapan GNPF MUI Jelang Putusan Sidang Ahok, Ini Tanggapan GNPF MUI

#Jakarta #aksi simpatik 55 #Aksi Bela Islam III #Penistaan Agama #Aa Gym

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar