Djarot: Tidak Boleh Ada Kekosongan Kekuasaan

Ahok-Djarot di Kediaman Megawati Soekarnoputri. (Foto: Istimewa)

Arah -  Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa usai Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dinyatakan terpidana penistaan agama dengan vonis pidana 2 tahun penjara, Jakarta tidak boleh ada kekosongan kekuasaan.

"Tetapi yang jelas tugas-tugas pemerintahan tidak boleh berhenti, tetap harus berjalan. Tidak boleh ada vacum of power," kata Djarot di LP Cipinang, Jakarta Timur, pada Selasa (9/5).

Terkait sumpah jabatan Gubernur DKI Jakarta yang dikabarkan akan diberikan kepada Djarot, pihaknya menyatakan siap. Akan tetapi, hal itu menunggu keputusan dari Kementerian Dalam Negeri.

Baca Juga: Begini Janji Djarot Usai Temui Ahok di Penjara Cipinang
Pengguna Instagram Kini Bisa Posting Via Browser Mobile

"Nanti Kemendagri akan memberikan keputusan dan keputusan apapun yang diberikan kemendagri kami siap," jelas Djarot.

Terkait upaya penangguhan penahanan Ahok, Djarot mengatakan pihaknya akan segera mengurusnya.

"Secepatnya, kalau bisa sore ini, ya sore ini. Tadi kami sudah berkoordinasi dengan biro hukum untuk mengajukan penangguhan atas nama Basuki Tjahaja Purnama," jelas Djarot. (Harry Muthahhari)

Berita Terkait

Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang Djarot Tinjau Pasar Senen, ini Reaksi Tak Terduga Pedagang
Begini Janji Djarot Usai Temui Ahok di Penjara Cipinang Begini Janji Djarot Usai Temui Ahok di Penjara Cipinang
Diserbu Warga, Ucapan Djarot Bikin Haru Diserbu Warga, Ucapan Djarot Bikin Haru

#Jakarta #Ahok-Djarot #Djarot Saiful Hidayat #Ahok divonis 2 tahun #vonis ahok #Wakil Gubernur DKI Jakarta #Gubernur DKI Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar