Penajam Banjir Akibat Aktivitas Perusahaan Kayu

Ilustrasi Aktivitas Perusahaan Kayu. (Foto: Antara)

Arah -  Aktivitas perusahaan kayu yang melakukan penebangan pohon menjadi penyebab utama terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

"Aktivitas penebangan pohon yang dilakukan perusahaan di wilayah Sepaku menjadi penyebab terjadinya banjir, karena tidak ada lagi titik-titik serapan air ketika hujan," kata Kepala Sub Bidang Kedaruratan BPBD Penajam Paser Utara Samudri ditemui di Penajam, Selasa (9/5).

Dilaporkan Antara, ia menegaskan banjir di wilayah Kecamatan Sepaku yang terjadi setiap tahun itu juga berdampak pada permukiman warga.

"Saya pastikan bila musim tebang pada saat musim hujan, banjir akan menggenangi permukiman warga," kata Samudri.

Baca Juga: Lebaran 2017, Garuda Indonesia Siapkan 45 Ribu Kursi Tambahan
Mbah Ponco, Masuk Nominasi Aktris Terbaik di Festival Film ASEAN

Selain berkurangnya titik-titik resapan air, lanjutnya, banyaknya limbah kayu dari perusahaan yang menutupi anak sungai juga menjadi penyebab terjadinya banjir di wilayah Sepaku.

"Banjir yang terjadi itu diduga anak sungai yang ada di Kecamatan Sepaku tertutup limbah perusahaan. Saat kami melakukan pengecekan titik koordinat di wilayah yang sering dilanda banjir, ditemukan banyak material besar di anak sungai," jelasnya.

Kendati demikian, hingga kini Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara belum mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan kayu yang sudah lama menjalankan aktivitasnya.

Samudri berharap perusahaan kayu di wilayah Sepaku peduli terhadap lingkungan dengan membuat sejumlah embung untuk kawasan serapan air.

Selain itu, tambahnya, dangkalnya anak sungai dan longsoran tanah di bibir sungai saat hujan juga ikut memicu terjadinya banjir di wilayah Sepaku.

Video trending pilihan redaksi

Berita Terkait

Ini Curahan Hati Pedagang, Korban Kebakaran Pasar Senen Ini Curahan Hati Pedagang, Korban Kebakaran Pasar Senen
Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri
Solusi Banjir,  Mensos: Relokasi Tidak Bisa Ditawar! Solusi Banjir, Mensos: Relokasi Tidak Bisa Ditawar!

#Jakarta #Ancaman Banjir #perusahaan kayu #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar