Ada yang Spesial di Balaikota DKI, Ini Kata Djarot

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2). (Foto: Arah.com/ Wildan)

Arah -  Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyatakan akan tetap melayani laporan warga yang datang ke Balaikota Jakarta, hari ini Rabu (10/5/2017), layaknya yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini berada dalam tahanan.

"Hari ini spesial karena ini menerima aduan warga sebetulnya, tapi bukan untuk DKI tapi untuk Indonesia. Yaitu pengaduan warga untuk menguatkan tadi, semakin cinta Indonesia, makin yakin dengan ideologi Pancasila, makin yakin dengan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika," jelas Djarot di Balai Kota Jakarta, Rabu (10/5/2017).

Djarot sendiri diketahui sempat mendatangi Rutan Cipinang, Jakarta Timur, pada Selasa malam untuk membubarkan massa. Ia juga mengaku sempat bertemu dengan Ahok.

"Tadi malem saya sampaikan pada Ahok bahwa saya akan menjalani tugas seperti yang telah beliau sampaikan. Yaitu tetap menerima aduan warga," kata .

Namun melayani warga yang datang pada hari ini disebut Djarot agak berbeda. Ia mengatakan pelayanan menerima aduan warga bukan untuk DKI Jakarta, melainkan Indonesia. Hal itu menurutnya sebagai merawat dan penguatan ideologi Pancasila.

Baca Juga: Pemuda Muhammadiyah: Vonis Ahok 'Tamparan' Untuk Jaksa
Ditinggal Ahok, Ini Program yang Harus Dikebut Djarot

Djarot juga mengatakan tidak mempermasalahkan menjalankan pemerintahan tanpa partnernya, Ahok. Ia menyebut ada banyak rekan kerja baik itu pemerintah legislatif ataupun warga Jakarta itu sendiri untuk menjalankan pemerintahan.

"Kan partner kami banyak, ada Sekda. Dan teman-teman semua ini partner semua, untuk eksekutif. Kami juga punya partner di parlemen di legislatif. Kami juga partner, warga itu juga partner. Kalo dibilang saya sendiri itu gak bener," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Djarot mengaku sudah berkordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk terus menjalankan program-program pemerintah DKI Jakarta, di mana saat ini Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah resmi berstatus gubernur non aktif sementara.

Ahok dinyatakan terbukti bersalah melakukan penodaan agama. Ahok dinilai majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP yakni secara sengaja mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama di muka umum.

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarso mengatakan, dari pemeriksaan barang bukti dan saksi terdakwa dinyatakan bersalah.

"Atas hal itu tersakwa dihukum 2 (dua) tahun penjara," katanya saat memimpin persidangan. (Harry Muthahhari)

Berita Terkait

Pingin Ketemu Ahok-Djarot, Antrean Warga Padati Balaikota Pingin Ketemu Ahok-Djarot, Antrean Warga Padati Balaikota
Tinggalkan Acara Lebih Dulu, Ahok-Djarot Terima Keputusan KPUD Tinggalkan Acara Lebih Dulu, Ahok-Djarot Terima Keputusan KPUD
Ahok Apresiasi Dukungan Para Musisi Gelar Konser Gue 2 Ahok Apresiasi Dukungan Para Musisi Gelar Konser Gue 2

#Jakarta #Ahok-Djarot #Djarot Saiful Hidayat #Plt gubernur #Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) #Pemprov DKI Jakarta

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar