Pembubaran HTI, MUI: Sistem Negara Kita Itu NKRI

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Keluarga Besar Nahdlatul Ulama kota Bandung berdemonstrasi menuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/4). Mereka selain menolak kegiatan yang akan diselenggarakan HTI pada Sabtu (15/4) juga menolak gagasan khilafah yang diusung HTI. (ANTARA FOTO/Agus Bebeng)

Arah -  Ketua MUI Jawa Barat, KH.Rachmat Syafei menegaskan bahwa pembubaran HTI bukan disebabkan oleh kebencian beberapa kalangan.

Ia mengatakan bahwa paham politik yang dianut HTI tidak sesuai dengan semangat dasar negara di Indonesia.

"Tidak ada yang benci kepada HTI, tapi masalahnya sistem negara kita itu adalah NKRI yang berdasarkan Pancasila oleh karena itu kalau mau bergabung dengan MUI itu adalah menjaga NKRI tidak ada sistem khilafah," ujarnya saat dihubungi Arah.com, Kamis (11/5/2017).

Baca Juga: Duh Masuk Bui, Kuasa Hukum Ungkap Ahok Alami...
Ada Motif Terselubung Pemerintah Dibalik Vonis Ahok
Jadi Sampah, Bunga untuk Ahok di Mako Brimob Dipindahkan

Lebih lanjut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini juga mengaskan bahwa pemahaman Politik Islam beragam, dan tak semua cocok diterapkan di Indonesia, termasuk menurutnya khilafah. Ia menambahkan, bahkan di negara asalnya khilafah tak sepenuhnya diterima.

"Pemahaman Islam kan beragam dan pemahaman ini tidak bisa dikembangkan di Indonesia, seperti sistem kerajaan saja, (negara asalnya) di Jordania dulu saya sempat 2 bulan disana, Hizbut Tahrir disana itu diisolir dijaga ketat, dipusatnya saja (kegiatan Hizbut Tahrir) dipusatkan satu gedung kegiatannya diawasi," tuturnya.

Menurutnya adanya pembubaran HTI di Indonesia juga bukan disebabkan karena paham tersebut salah menurut Islam, namun karena tak sesuai dengan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kami tidak mengatakan sesat karena ini politik lah, ada mahasiswa saya di S2 saya bilang pemikiran itu wajar kalau kita memikirkan, tapi tidak mesti seperti itu kan," tandasnya. (Ratih Prastika)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ormas Islam Dicap Radikal, Ini Pembelaan Din Syamsudin Ormas Islam Dicap Radikal, Ini Pembelaan Din Syamsudin
Wantim MUI Gelar Rapat Pleno, Jokowi Batal Hadir Wantim MUI Gelar Rapat Pleno, Jokowi Batal Hadir
FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan FPI Bawa Merah Putih Bertulis Bahasa Arab, MUI Merasa Disudutkan

#Jakarta #Hizbut Tahrir Indonesi #Majelis Ulama Indonesia (MUI) #Ormas Islam

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar