Pertahankan Tradisi, 'Pacu Kuda Tradisional' Semakin Digemari

ilustrasi pacu kuda tradisional (foto/antara/Irwansyah Putra)

Arah - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pacu kuda tradisional terbuka putaran VII untuk mempertahankan tradisi daerah ITU di gelanggang Ampang Kualo, 13 dan 14 Mei 2017.

"Pacu kuda tahun ini memang diadakan secara tradisional dan menampilkan berbagai seni budaya seperti pertunjukan silek tuo (silat tradisi) untuk mempertahankan tradisi daerah," Kata Wali Kota Solok Zul Elfian di Solok, Sabtu.

Selain itu juga ditampilkan tari galombang, pidato adat Kota Solok, dendang pantun dan lainnya.

Dengan adanya perpaduan antara olahraga dan seni tradisi daerah akan semakin menggugah minat masyarakat untuk hadir. Ia berharap tidak hanya masyarakat lokal yang hadir namun juga wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia.

Ia mengatakan acara pacu kuda ini dapat menjadi program tahunan yang akan dipadukan dengan pertunjukan daerah dan menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumbar Azmi Syahbuddin mengatakan kegiatan pacu kuda di Sumbar yang biasanya diadakan hanya empat kali setahun meningkat menjadi sembilan kali setahun pada 2017.

"Ini merupakan hal yang patut diapresiasi dalam perkembangan olahraga berkuda ke depannya," ujarnya. seperti dikutip dari antara

[baca_juga]

Ia menjelaskan bahwa cabang berkuda sudah masuk dalam cabang olahraga untuk PON di Jawa Barat pada 2016.

Untuk itu, Agar Sumbar mendapatkan posisi di PON selanjutnya, hendaknya pemerintah daerah ikut membantu untuk meningkatkan kualitas kuda, dengan mengawinkan kuda pejantan.

Selain itu, perlunya perbaikan lintasan gelanggang pacu kuda yang ada di Kabupaten/Kota. Dengan jalur lintas sepanjang minimal 1.200 meter.

"Gelanggang yang baru memenuhi standar nasional terdapat di Sawahlunto," ujarnya.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Tingkatkan Minat Baca, Kota Solok Adakan Perpustakaan Keliling Tingkatkan Minat Baca, Kota Solok Adakan Perpustakaan Keliling
Festival Randai Kembali Digelar Maret Nanti Festival Randai Kembali Digelar Maret Nanti
Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’ Akibat Ojek Online, Pejabat Malaysia Sebut Jakarta ‘Terbelakang’

#Jakarta #pacu kuda #Tradisi Budaya #tradisional #Sumatera Barat #Solok #Wisata Olahraga

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar