Ini Daftar Rekening Bitcoin Milik 'Pemalak' Ransomware WannaCry

Mata uang virtual Bitcoin (Foto REUTERS/Benoit Tessier)

Arah - Program jahat (malware) Ransomware WannaCry sukses bikin heboh dunia. Malware yang mampu mengunci data-data penting itu diyakini telah menyerang 150 negara.

Ransomware WannaCry sangat jahat. Dia meminta uang tebusan sebesar 300 dolar AS atau setara Rp4 juta, untuk mengembalikan data korban yang telah terkunci.

Dan, korban-korbannya diminta untuk mentransferkan uang tebusan itu ke rekening bitcoin. Yang jahatnya lagi, jika uang tebusan tidak ditransfer sesuai waktu, maka uang tebusan akan dinaikkan.

Untuk diketahui, bitcoin adalah uang virtual yang identitas pemilik akunnya tidak diketahui. Karena bitcoin memang mengizinkan pemiliknya untuk menggunakan identitas anonim. Dan itu mungkin alasan penjahat siber ransomware menggunakannya untuk memeras korbannya.

Perusahaan pemeriksa forensik bitcoin, Chainalysis, mencatat ada tiga rekening bitcoin yang digunakan untuk menerima data tebusan dari serangan ransomware WannaCry.

Baca Juga: Ransomware Serang Dunia, Microsoft Salahkan Pemerintah AS
Makin Mengerikan, WannaCry Serang 150 Negara Via e-Mail

1. 13AM4VW2dhxYgXeQepoHkHSQuy6NgaEb94 : Tercatat ada 47 transaksi dengan nilai 6,7 bitcoin atau 12.000 dolar AS atau setara Rp160 juta.

2. 12t9YDPgwueZ9NyMgw519p7AA8isjr6SMw : Tercatat ada 50 transaksi dengan nilai 9 bitcoin atau 16.000 dolar AS atau sekitar Rp213 juta.

3. 115p7UMMngoj1pMvkpHijcRdfJNXj6LrLn : Tercatat ada 39 transaksi dengan nilai 4,7 bitcoin atau 8.300 dolar AS atau setara Rp110 juta.

Jonathan Levin, Pendiri Chainalysis, mengatakan perusahaan menemukan korban yang paling banyak membeli bitcoin berasal dari Rusia dalam tiga hari terakhir sejak kemunculan ransomware WannaCry.

"Negara dengan tingkat infeksi ransomware WannaCry terparah adalah Rusia," kata Levin.

Kaspersky Lab juga mengungkapkan data yang sama. Tim riset dan analisis mencatat ada lebih 45.000 serangan ransomware WannaCry di 74 negara di seluruh dunia. Dan Rusia adalah yang terbanyak menerima serangan.

"70 persen korban dari serangan ransomware WannaCry ada di Rusia. Dan ada 5 persen di Ukraina," tulis Kaspersky Lab.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Microsoft Rilis Patch Keamanan untuk Tangkal Serangan Ransomware Microsoft Rilis Patch Keamanan untuk Tangkal Serangan Ransomware
Cegah Ransomware, Lakukan Ini Sebelum Nyalakan Komputer Kantor Cegah Ransomware, Lakukan Ini Sebelum Nyalakan Komputer Kantor
Serangan Malware Ransomware, Ternyata ini Kekhawatiran Pemerintah Serangan Malware Ransomware, Ternyata ini Kekhawatiran Pemerintah

#Jakarta #virus malware #Virus Komputer #Malware #Ransomware #Mata Uang Virtual Bitcoin

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar