BEI Pakai Sistem Keamanan Berlapis Tangkal Serangan Ransomware

Pengunjung menyaksikan layar pergerakan angka Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/11). IHSG ditutup melemah tajam 4,01% atau 218,34 poin ke level 5.231,97, dimana pelemahan IHSG terjadi karena ikut terseret pelemahan rupiah serta aksi profit taking mengingat penguatan indeks sudah cukup tinggi. (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

Arah -  Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa fenomena serangan siber berupa program jahat (malware) ransomware WannaCry tidak mengganggu aktivitas di pasar modal domestik.

"Ada atau tidak ada virus itu, BEI selalu melakukan pemeriksaan sebelum sesi pembukaan perdagangan efek yang dimulai pada pukul 09.00 WIB. Setiap jam 07.00 WIB BEI rutin melakukan pemeriksaan sistem, saya juga langsung lihat, semoga aman," ujar Direktur Utama BEI Tito Sulistio di Jakarta, Senin (15/5).

Ia menambahkan bahwa sistem keamanan di pasar modal Indonesia juga berlapis dan juga telah mengadoptasi teknologi yang dimiliki oleh bursa Nasdaq. Sekitar 88 Bursa Efek di dunia menggunakan sistem Nasdaq, termasuk Indonesia.

"Sistem pengawasan yang dipakai Bursa kita, yakni JATS-NextG (Jakarta Automated Trading System Next Generation) itu dari Nasdaq. Otoritas Bursa sudah pakai sistem Nasdaq sudah lama, bukan sekarang," ucapnya, dikutip Antara.

Baca Juga: Begini Solusi Djarot Tangani Tanah Abang yang Kembali Semerawut
Situs Pemerintah Juga Bisa Kena Serangan Ransomware WannaCry
Ini Daftar Rekening Bitcoin Milik 'Pemalak' Ransomware WannaCry

Meski sistem elektronik di BEI relatif aman, ia mengatakan bahwa pihaknya tetap terus meningkatkan keamanannya agar investor di pasar modal domestik merasa aman dalam melakukan aktivitasnya.

"Kita terus meningkatkan pengamanannya ada atau tidak adanya serangan siber," katanya.

Sebelumnya, President of Nasdaq Adena T Friedman mengemukakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk membantu dan mendukung sistem perdagangan dan pengawasan efek di BEI sehingga dapat menunjang pertumbuhan industri pasar modal.

"Bursa Efek Indonesia adalah mitra kami dalam hal teknologi, kami bekerjasama untuk menyediakan dan mendukung sistem perdagangan dan pengawasan pasar sehingga menjadi lebih baik," ujar Adena T Friedman.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Ransomware Serang Dunia, Microsoft Salahkan Pemerintah AS Ransomware Serang Dunia, Microsoft Salahkan Pemerintah AS
Pakar Ungkap Cara Tangkal Serangan 'Tukang Palak' Ransomware Pakar Ungkap Cara Tangkal Serangan 'Tukang Palak' Ransomware
Uang Tebusan 'Tukang Palak' Ransomware Sudah Capai Rp450 Juta Uang Tebusan 'Tukang Palak' Ransomware Sudah Capai Rp450 Juta

#Jakarta #Virus Komputer #serangan malware #Malware #Bursa Efek Indonesia #Serangan Siber #Ransomware

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar