Homestay Desa Wisata Jadi Tema Besar Rakornas II Tahun 2017

Ilustrasi Homestay di Raja Ampat, Papua (foto/shutterstock/Galjan)

Arah - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sudah menyusun planning melakukan Rakornas prioritas ketiga yakni, Homestay Desa Wisata. Menteri Pariwisata Arief Yahya bahkan menempatkan soal amenitas itu sebagai program prioritas ketiga di tahun 2017 ini, setelah Go Digital dan Air Connectivity mulai running.

Namun sejumlah permasalahan dihadapi Kemenpar seperti pembangunan hotel dan resort serta waktu yang lama untuk membangunnya. Jumlah hotel dan resort yang sedikit itu diperkirakan tidak cukup menampung 15 juta wisatawan dari target tahun 2017, dan 20 juta di 2019.

"Setelah problem seats capacity di akses selesai, sudah ditunggu masalah amenitas yang tidak cukup. Membangun hotel, resort, kawasan ekonomi khusus pariwisata, itu butuh 3-5 tahun, waktunya tidak cukup," kata Arief, Rabu (17/5/2017)

Padahal, Homestay Desa Wisata disebut Mantan Dirut PT Telkom itu sebagai solusi yang tepat untuk permasalahan amenitas.

"Homestay desa wisata adalah solusinya, lebih cepat, lebih murah, melibatkan dan memberdayakan masyarakat, serta lebih kuat meng-capture budaya yang menjadi kekuatan pariwisata Indonesia," kata Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Sebagai langkah awal, Kemenpar akan melakukan digitalisasi homestay desa wisata dengan ITX, Indonesia Tourism Xchange. Digital Market Place yang diendors Kemenpar untuk membangun mall secara digital bagi seluruh pelaku usaha dan bisnis pariwisata di Indonesia.

Baca Juga: Separuh Hidup Mazid di Pintu Perlintasan 'Ular Besi'
Penyanyi Esal Revano Ucap Dua Kalimat Syahadat

Data terbaru, menurut laporan Oneng Setya Harini, Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar, sudah ada 2.043 unit homestay, lebih dari 3.000 kamar yang sudah tergabung di ITX. Itu terdiri dari 106 pengelola secara kelompok, bisa Desa Wisata dan Pokdarwis, dan 287 pengelolaan secara perseorangan.

Sebagai pilot project akan ditetapkan 5 pengelola homestay desa wisata, yakni Dieng, Nglanggeran, Panglipuran, Pujon Kidul dan Banguwangi.

"Kami juga lakukan pendampingan managemen oleh ahli perhotelan agar mereka bisa mengelola homestay desa wisata secara profesional," ungkap Oneng, didampingi Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar, Dadang Rizky Ratman.

Homestay seperti target Presiden Joko Widodo, tahun 2019 harus sudah terbangun 100.000. Tim Percepatan 10 Destinasi Prioritas membreakdown target itu dengan 20.000 homestay di 2017 ini, 30.000 di tahun 2018, dan 50.000 di tahun 2019.

Di Rakornas II/2017 yang akan digelar pada 18-19 Mei 2017 nanti, akan tetap menggunakan konsep "Indonesia Incorporated". Melibatkan semua stakeholder yang terkait dengan pembangunan dan pengembangan homestay. Diantaranya Kementerian PUPR, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah yanh memiliki destinasi, dan pelaku bisnis yang tertarik mengembangkan homestay desa wisata.

 Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia Destinasi Wisata Jawa Timur 'Dijual' ke Malaysia
Wisata Tanjung Lesung Tarik Minat Biro Perjalanan Malaysia Wisata Tanjung Lesung Tarik Minat Biro Perjalanan Malaysia
Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin Tarian Indonesia Pikat Pengunjung Bursa Pariwisata di Berlin

#Jakarta #Kementerian Pariwisata #Promosi Pariwisata Indonesia #pariwisata indonesia aman #Menteri Pariwisata

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar