Sekjen UNWTO Taleb Rifai Puji Menpar Arief Yahya

Menteri Pariwisata Arief Yahya (Foto: kemenpar.go.id)

Arah - Isu homestay desa wisata yang bakal difinalkan di Rakornas II tahun 2017 ini, mengundang perhatian serius United Nation World Tourism Organization (UNWTO). Lembaga PBB yang bergerak di sektor pariwisata ini bahkan akan mengundang Menpar Arief Yahya menjadi nara sumber di berbagai pertemuan dunia soal homestay desa wisataa itu.

Kekaguman itu bermula dari General Secretary United Nation World Tourism Organization (UNWTO) Taleb Rifai saat bertemu Menpar Arief Yahya. Lebih dari itu, pria asli Jordan yang sudah dua periode menggawangi lembaga PBB yang bergerak di bidang pariwisata itu bahkan merasa kagum dan terharu dengan langkah-langkah strategis yang cepat, cerdas, penuh pehitungan, yang membawa pariwisata Indonesia melompat maju secara findamental. 

“Indonesia on projection, on target, on the right track! Perfect!" kata Taleb.

Tiga point laporan Menpar Arief yang membuat Taleb Rifai terkesan. Pertama, implementasi go digital di semua lini. Terutama soal Digital Platform Service yang di Indonesia sedang digalakkan dengan model ITX-Indonesia Tourism Xchange.

Semua menjadi sangat murah, mudah, dan cepat, karena terjadi sharing. Satu platform digunakan beramai-ramai, sehingga harga per satuannya menjadi sangat ekonomis.

"Digital lifetyle tidak bisa dilawan, tidak bisa dihindari, kalau kita tidak menggunakannya juga, kita yang akan tergilas mati," kata Arief.

Karena murah, mudah, online, mereka sangat cepat berbiak di Eropa. Di Barcelona Spanyol, naik dari 18% menjadi 75%. Di Paris juga sudah 62%. Giliran Taleb yanh belajar dari konsep besar Arief Yahya dengan solusi digital atau persoalan digital effect itu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Anak Muda Bermimpi Jadi Pengusaha
Cek Kesehatan Tubuh Bisa Lewat Warna Lidah Lho, Kamu Sudah Coba?

Kedua yakni soal homestay desa wisata, yang sedang dibangun Kemenpar bersama Kemen PUPR, Kemendes san BUMN. Inilah yang akan difinalkan di Rakornas iI tahun 2017 nanti.

"Kami menggunakan istilah honestay desa wisata, yang kelak satu paket. Ada 74 ribu desa di Indonesia, yang akan diarahkan menjadi atraksi budaya tersendiri di destinasi wisata! Mereka akan di digitalisasi, dibina hospitality-nya, dibuatkan platform selling nya, dan Indonesia akan punya destinasi budaya terbesar di dunia," kata Arief.

Point ketiga, soal Visa Fasilitation, yang menaikkan jumlah wisman tahun 2016, sebesar 20%. Menpar Arief melaporkan dari 169 negara visa free itu akan dikurangi 49 negara, yakni mereka yang jumlah wismannya di bawah 100 orang.

"Mereka akan diubah statusnya nenjadi Vosa on Arrival," tuturnya.

Di point ini, Sekjen UNWTO Taleb Rifai menyarankan pola Electronic Visa.

"Yang menjadi problem bukan biaya visa USD 20 sampai USD 30. Tetapi orang harus datang ke Embassy, harus menunggu lama, harus mengisi aplikasi, wawancara, dan lama tidak ada kepastian. Dan ini bisa diselesaikan dengan cara e-visa," kata Taleb.

Angka capaian kunjungan Wisman yang inbound ke Indonesia pun presisi. Tahun 2015 menembus 10.4 juta, dan 2016 didatangi 12 juta. Indeks daya saing pariwisata Indonesia yang dikalibrasi Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI) oleh WEF World Exonomic Forum juga melompat on target. Dari papan 70 besar dunia melonjak kr 50 tahun 2015, dan jumping 8 tangga lagi ke posisi 42 di 2017.

Di mata dunia, reputasi pariwisata Indonesia itu sulit terbantahkan. Taleb Rifai merasa terharu, karena banyak rekomendasi UNWTO yang diimplementasikan dengan sangat serius oleh Menpar Arief Yahya.

Video Trending Pilihan Redaksi:

 

Berita Terkait

Homestay Desa Wisata Jadi Tema Besar Rakornas II Tahun 2017 Homestay Desa Wisata Jadi Tema Besar Rakornas II Tahun 2017
Rakornas Pariwisata Atasi Problem Konektivitas Rakornas Pariwisata Atasi Problem Konektivitas
'Siri Wale' Ritual Merawat Laut di Pulau Tomia 'Siri Wale' Ritual Merawat Laut di Pulau Tomia

#Jakarta #kemenpar #Menteri Pariwisata #Arief Yahya #Promosi Pariwisata Indonesia #Wisata Indonesia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar