Erupsi Lagi, Gunung Sinabung Muntahkan Lahar Panas

Gunung Sinabung Erupsi, Karo, SUmatera Utara, Sabtu (20/5). (Foto: Istimewa)

Arah - Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara meningkat lagi. Gunung api ini kembali meletus dan melontarkan material vulkanik dengan intensitas tinggi kolom abu letusan mencapai 4 kilometer dengan amplitudo 120 milimeter ke arah tenggara, serta lama gempa vulkanik 343 detik, Sabtu 20/5/2017 pukul 06.46 WIB.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Sinabung tetap dilevel IV atau status awas, serta berpotensi letusan susulan masih tinggi.

"PVMBG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak, dan dalam jarak 7 kilometer untuk sektor selatan hingga tenggara. Lalu, didalam jarak 6 kilometer sektor tenggara sampai timur serta jarak 4 kilometer untuk sektor utara hingga timur Gunung Sinabung," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (20/5).

Ia juga mengatakan jika masyarakat yang bermukim dan beraktivitas dekat dengan sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.

Baca Juga: Janji Menkominfo Seluruh Indonesia Terkoneksi Internet Cepat 2019
Semarak Parade UMKM BRI di Malang Demi Pertumbuhan Ekonomi

"Mengingat telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus. Jadi penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol. Bila tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir," tambahnya.

Lanjut Sutopo, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Karo agar segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar atau banjir bandang ke penduduk yang bermukim di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

"Tidak ada penambahan jumlah masyarakat yang mengungsi terkait letusan pagi tadi. Hingga saat ini masih tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK di 8 pos pengungsian. Namun hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos pengungsian. Lainnya banyak yang tinggal di tempat lain di luar pos pengungsian. Kebutuhan sandang pangan secara umum terpenuhi," jelas Sutopo. 

Ia juga menyampaikan jika masyarakat dihimbau untuk terus waspada dan mentaati rekomendasi pemerintah. "Tidak dapat diprediksikan sampai kapan Gunung Sinabung akan berhenti meletus. Parameter vulkanik dan seismisitas gunung masih tetap tinggi sehingga potensi letusan susulan masih akan tetap berlangsung," jelasnya.

Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Karo telah mengalokasikan APBD (Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah) sebesar Rp 1,5 milyar untuk penanganan pengungsi. Hingga saat ini hunian sementara yang sedang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebanyak 348 unit di 4 lokasi.

Biaya untuk membangun 348 unit hunian sementara tersebut berasal dari dana siap pakai BNPB sebesar Rp 27,8 milyar. Ditargetkan pada Juni minggu ketiga sudah dapat digunakan untuk pengungsi. Sedangkan untuk sisanya masih terkendala belum tersedianya lahan. (Anugrah Andriansyah)

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Polisi Tangkap Tersangka Utama Pembunuhan Satu Keluarga di Medan Polisi Tangkap Tersangka Utama Pembunuhan Satu Keluarga di Medan
Pertama di Medan, Foto Selfie Kamu Bisa Diminum di Kafe Ini Pertama di Medan, Foto Selfie Kamu Bisa Diminum di Kafe Ini
Begini Kronologis Penangkapan Terduga Otak Pembunuhan Sadis Medan Begini Kronologis Penangkapan Terduga Otak Pembunuhan Sadis Medan

#medan #Gunung Sinabung #Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar