1.000 Polisi Bersenjata Khusus Jaga Laga Final UEFA MU Vs Ajax

Ilustrasi stadion sepakbola. (Foto: Shutterstock)

Arah - Kepala keamanan Asosiasi Federasi Sepak Bola (the Football Association/FA) Swedia mengumumkan bahwa operasi polisi untuk final Liga Eropa pada Rabu (24/5) di Stockholm akan menjadi salah satu yang terbesar bersenjata khusus dan otomatis.

Manchester United akan menghadapi Ajax di Stadion Friends Arena, Stockholm, dua hari setelah ledakan yang terjadi dalam konser Ariana Grande di Manchester yang menewaskan 22 orang.

Kejadian itu adalah yang terbaru dari serangkaian insiden teror mematikan di Eropa belakangan ini, termasuk sebuah serangan truk yang menyebabkan lima orang tewas di Stockholm, bulan lalu.

Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (the Union of European Football Associations/UEFA) mengatakan ‘tidak memiliki intelijen khusus’ yang menyarankan bahwa final Liga Eropa akan menjadi target teroris.

Namun, seperti dikutip Antara, setidaknya ada 1.000 polisi bersenjata akan hadir di stadion di Stockholm malam ini.

"Operasi polisi sangat besar. Ini adalah salah satu yang terbesar di Swedia. Akan ada lebih banyak polisi di dekat stadion dan mereka akan memiliki senjata khusus, senjata otomatis," kata Martin Fredman dari FA Swedia.

"Setiap petugas polisi memiliki pistol, tapi kali ini beberapa di antaranya akan menyandang senjata otomatis," lanjutnya.

Baca Juga: Raja Swedia Senang Dapat Sambutan Meriah dari Warga Bandung
Cegah Hoax, Komisi I DPR Minta Media Tingkatkan Kredibilitas

Wakil Ketua Pelaksana Manchester United, Ed Woodward, mengatakan kepada televisi klub Inggris itu (MUTV) bahwa pihaknya membatalkan konferensi pers Jose Mourinho pada Selasa kemarin (23/5) sebagai tanggapan atas serangan bom bunuh diri di akhir konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena.

"Kami punya pekerjaan yang harus dilakukan. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu, dan itu belum berubah. Tapi, saya pikir apa yang terjadi tadi malam benar-benar memasukkan semuanya ke dalam perspektif," kata Mourinho.

Sementara itu, manajer Ajax Peter Bosz mengatakan pertandingan final kehilangan ‘sinarnya’ setelah serangan di Manchester.

"Besok malam seharusnya menjadi pesta sepak bola, tapi karena kejadian di Manchester, kita semua terpengaruh, terutama saat bermain melawan Manchester," kata Bosz.

"Ini mengerikan, Saya sangat bersimpati," Bosz, demikian ESPN.

Video trending pilihan redaksi:

----

Berita Terkait

Ada Misteri di Lift Blok M Square, Polisi Selidiki Ada Misteri di Lift Blok M Square, Polisi Selidiki
Jumpa Klub Rusia di Babak 16 Besar, Mourinho: Undian yang Buruk Jumpa Klub Rusia di Babak 16 Besar, Mourinho: Undian yang Buruk
Rekonstruksi Perampokan Pulomas, Polisi Gelar 75 Adegan Rekonstruksi Perampokan Pulomas, Polisi Gelar 75 Adegan

#Jakarta #Manchester United #Ajax Amsterdam

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar