Hindari Kepadatan Penumpang, Pemudik Pulang Kampung Lebih Awal

ilustrasi Arus Mudik Kapal Laut (Foto: Antara/Jojon)

Arah -Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, yang ingin berlebaran Idul Fitri ke kampung halaman mereka, sebagian memilih mudik lebih awal untuk menghindari kepadatan penumpang saat puncak arus mudik.

"Kalau pulang lebih awal itu enak karena tidak perlu berdesakan. Kami juga bisa berada di kampung lebih lama, mumpung tahun ini bisa mudik," kata Saman Suardianto, warga Sampit, Rabu.

Saman akan pulang ke Surabaya bersama rombongan keluarganya yang berjumlah 14 orang. Dia sudah membeli tiket kapal milik PT Pelni untuk keberangkatan tanggal 18 Juni nanti.

Pria penjual bakso ini mengaku terbiasa pulang lebih awal untuk menghindari puncak arus mudik. Meski kini jumlah penumpang dibatasi hanya sesuai kapasitas maksimal kapal, namun menurutnya jika mudik lebih awal akan terasa nyaman karena kapal masih tidak terlalu padat penumpang.

"Kami mudik menggunakan kapal karena jauh lebih murah dibanding naik pesawat. Suasana di kapal saat ini juga jauh lebih nyaman dibanding dulu karena kini muatan dibatasi hanya sesuai kapasitas kapal," kata Saman.

Baca Juga: Selama Arus Mudik, Sopir 'Pocokan' Dilarang Beroperasi
Ini Dia Sejumlah Jalur Alternatif Saat Mudik Lebaran Nanti
Arus Mudik, Pengguna Jalan Tol Dapat Diskon 20 Persen

Sementara itu, beberapa hari terakhir kantor PT Pelni di Jalan Achmad Yani Sampit, selalu dipadati antrean warga yang hendak membeli tiket. Bahkan berdasarkan pengumuman yang ditempel di kaca kantor tersebut, jadwal keberangkatan tujuan Semarang pada 19, 20 dan 22 Mei, dinyatakan sudah penuh.

"Kami memberlakukan sistem buka tutup agar tidak ada penumpukan di hari tertentu. Kalau sudah penuh, kami tidak bisa lagi menjual tiket," kata Kepala PT Pelni Cabang Sampit, Agus Suprijatna.

Dia mengimbau calon pemudik tidak datang ke pelabuhan sebelum mengantongi tiket karena penjualan tiket melalui online. Penumpang jangan berharap bisa membeli tiket jika kapal sudah penuh.

Kapal milik PT Pelni rata-rata berkapasitas 1.600 penumpang. Pelni makin memperketat sistem penjualan tiket dan pemeriksaan penumpang untuk mencegah masuknya penumpang ilegal.

"Harus sesuai identitas. Sistem kontrol kami jalankan. Pembelian tiket harus melampirkan KTP. Saat check in akan ketahuan jika ada tiket palsu," kata Agus. seperti dikutip dari antara

PT Pelni tidak memberlakukan kenaikan tarif tiket kapal karena mengacu batas tarif yang ditetapkan oleh pemerintah. Agus yakin penumpang mereka tahun ini akan meningkat.

Sementara itu, berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Sampit, pada musim mudik lebaran tahun ini PT Dharma Lautan Utama menyiapkan delapan call atau keberangkatan, sedangkan PT Pelni sebanyak sembilan call. Jumlah pemudik tahun ini diperkirakan hanya sekitar 16.000 orang, turun dibanding tahun lalu yang mencapai 25.000 orang.

Video Trending Pilihan Redaksi

Berita Terkait

Jelang Arus Mudik, Organda Siapkan Ratusan Armada Lebaran Jelang Arus Mudik, Organda Siapkan Ratusan Armada Lebaran
Ini Dia Sejumlah Jalur Alternatif Saat Mudik Lebaran Nanti Ini Dia Sejumlah Jalur Alternatif Saat Mudik Lebaran Nanti
Pekalongan Pastikan Tol Pemalang-Batang Siap Dilintasi Pemudik Pekalongan Pastikan Tol Pemalang-Batang Siap Dilintasi Pemudik

#Jakarta #bulan ramadhan #Lebaran 2017 #pemudik #Arus Mudik #penumpang #Kemacetan Kendaraan

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar