Masjid Layur Semarang Sajikan Kopi Arab untuk Buka Puasa

ilustrasi: Aceh memiliki bijih kopi yang berciri khas

Arah - Masjid Layur di Kampung Jalan Layur, Semarang menyajikan minuman khasnya yang dinamai kopi Arab untuk hidangan berbuka puasa setiap Ramadhan.

"Sejarahnya panjang. Dulunya, kawasan ini ramai untuk pendaratan kapal dan perahu dagang, termasuk dari saudagar Arab," kata Abdul Hamid, sesepuh Masjid Layur di Semarang, Rabu (31/5).

Oleh karena sejarah sebagai pusat perdagangan, masjid itu dikenal pula dengan sebutan Masjid Menara karena terdapat bangunan bekas mercusuar yang tetap bertahan sampai sekarang. Ia menceritakan kawasan itu dikenal pula dengan nama Kampung Melayu karena banyak masyarakat etnis Melayu yang datang dan bermukim sejak 1743, diikuti pula orang-orang Arab.

Pada saat itu, ada satu kebiasaan orang Arab yang bermukim di kawasan tersebut untuk menunggu azan Maghrib saat puasa, yakni menyiapkan kopi khas yang kemudian dikenal dengan kopi Arab.

Sampai sekarang, pengurus Masjid Layur tetap setia menyajikan kopi arab dengan bahan-bahannya yang kaya rempah untuk menyambut masyarakat yang berbuka puasa di masjid tersebut.

Bentuknya terlihat seperti kopi biasanya, tetapi rasa dan aromanya khas dengan bahan rempah-rempah, seperti cengkih, kayu manis, serai, kapulaga, daun jeruk, daun pandan, dan jahe.

Hamid menjelaskan cara pembuatannya juga dengan mencampurkan beraneka rempah-rempah itu dengan kopi yang direbus bersama-sama hingga mendidih, kemudian disajikan dalam gelas-gelas.

Baca Juga: Tak Berwenang Sita Buku Radikal, Menag: Kami Bukan Satpol PP
Polisi Dalami Rencana 1 Juta Umat Jemput Kepulangan Rizieq Shihab

Bagi yang meyakini, khasiat kopi arab itu ampuh untuk mencegah penyakit dalam, khususnya masalah pencernaan setelah seharian berpuasa, serta menyegarkan dan menghangatkan tubuh.

Akbar Ali, salah satu warga sekitar, mengakui khasiat kopi arab yang ampuh untuk menjaga kesehatan tubuh karena bahan-bahan rempahnya yang menyegarkan dan memiliki cita rasa khas.

"Beda sama kopi biasa, (kopi arab, red.) ada rasa pedasnya, tetapi di badan jadi hangat dan segar. Ya, memang jadi hidangan khas di sini (Masjid Layur, red.) saat Bulan Puasa," katanya, seperti dikutip Antara.

Tak hanya warga sekitar, katanya, tetapi banyak juga masyarakat dari berbagai daerah yang sudah mendengar khasiat kopi arab datang untuk merasakan cita rasa kopinya yang khas.

Video trending pilihan redaksi:

----

Berita Terkait

Seratus Drummer Siap Gebrak Kota Semarang Seratus Drummer Siap Gebrak Kota Semarang
Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat Ini Kualifikasi KPUD DKI Tentukan Panelis dan Moderator Debat
Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor Soal Tudingan 'Palu Arit', Rizieq Masih Berstatus Saksi Terlapor

#Jakarta #kuliner ramadhan #semarang

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar