Terkuak, Ini Cara Ilmiah Agar Dapat Hidup Abadi

Sodimejo atau akrab disapa Mbah Gotho beraktivitas di rumahnya di Desa Sambungmacan, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (31/8). Berdasarkan informasi yang tertera pada KTP miliknya, Mbah Gotho lahir pada tanggal 31 Desember 1870 silam dan saat ini diyakini sebagai manusia tertua di dunia dengan usia 145 tahun. (Foto: Antara/Maulana Surya)

Arah -  Setiap orang ditakdirkan akan meninggal. Dalam hal ini, imortalitas hanya ada di berbagai cerita fiksi ilmiah serta fantasi. Namun Ilmuwan tetap ingin mengerahkan tenaganya untuk membuat hal ini berhasil. Hasilnya, secara teoritis ada banyak sekali cara manusia ‘mengingkari’ takdir.

Uniknya, sebenarnya para ilmuwan tak ingin menemukan teknologi yang membuat manusia bisa hidup selamanya. Ilmuwan hanya ingin manusia agar punya angka harapan hidup yang sangat tinggi, di mana berbagai hal yang secara teknis membuat seseorang tak bisa meninggal diterapkan. Apakah berhasil? Tentu manusia masih tak ingin mengingkari takdir.

Berikut beberapa hal terkait usaha para ilmuwan untuk membuat manusia jadi imortal, atau paling tidak punya angka harapan hidup yang tinggi. Berikut ulasannya.

Memperbaiki enzim Telomerase


Segala sesuatu yang ada di tubuh manusia lama-kelamaan akan memburuk. Mulai dari kulit yang kehilangan elastisitas hingga menjadi keriput, tulang menjadi lemah dan rapuh, dan masih banyak lagi hal lain semacam ini. Hal ini selalu kita anggap wajar karena selama berabad-abad manusia begini adanya. Namun ilmuwan ingin membuktikan kalau sebenarnya hal itu bisa tidak terjadi.

Di akhir kromosom terdapat sebuah enzim bernama telomerase, yang bertugas menjaga kromosom tetap aman dan tidak tercerai berai. Ketika muda, enzim ini bekerja dengan baik. Namun seiring berjalannya waktu, sel makin banyak dan luas, telomerase makin usang dan rusak. Hal inilah yang menyebabkan penuaan. Jika enzim ini bisa diperbarui, manusia bisa muda selamanya.

Para ilmuwan telah mengujicoba pada tikus dan berhasil. Mengingat manusia berbagi DNA yang sama dengan tikus, cukup masuk akal kalau manusia berpotensi memperlambat atau bahkan menghentikan proses penuaan. Meski demikian, hal seekstrem ini belum dicoba.

Nanoteknologi


Bayangkan jika ada mesin yang sangat kecil di dalam tubuh manusia, mengambang di aliran darah, dan bertugas untuk menjaga apa yang ada di dalam tubuh kita tetap berjalan sempurna. Benar, konsep ini tak cuma angan-angan, pasalnya metode ini telah diuji coba di MIT oleh para ilmuwan, dengan objek tikus.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menggunakan partikel nano untuk menghancurkan tumor ovarium pada tikus. Selain itu, pada manusia juga telah diuji coba metode serupa untuk pembekuan darah.

Hal ini jika diterapkan dengan jumlah masif pada manusia, tentu akan membuat manusia akan punya angka harapan hidup lebih lama. Ketika jaringan atau organ terkikis, robot-robot mikro ini bisa membenahinya. Jika ini benar-benar terjadi, yang mana hal ini telah dilakukan dalam skala kecil, takdir bisa dilawan.

Berita Terkait

Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei Blusukan Dipercaya Lebih Pikat Masyarakat ketimbang Hasil Survei
Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq Perang Berlanjut, Sukmawati Ogah Tanggapi Ajakan Mediasi Rizieq
Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir Soal Dana Kampanye, Timses Paslon Pilgub DKI Saling Sindir

#Jakarta #Tubuh Manusia #Manusia Tertua di Dunia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar