Sri Mulyani: Defisit Anggaran Dinaikkan Jadi 2,6 Persen

Dok. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan keterangan pers tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 di kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (27/10). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Arah -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit anggaran akan melebar, dari target dalam APBN 2017 sebesar 2,41 persen terhadap PDB, menjadi 2,6 persen terhadap PDB, karena adanya tambahan belanja prioritas.

"Mungkin kami akan menaikkan defisit menjadi 2,6 persen, atau bahkan 'slightly' diatas itu," kata Sri Mulyani dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Senin (19/6).

Sri Mulyani mengatakan pelebaran defisit anggaran tersebut akan masuk dalam target RAPBN-P 2017 setelah menghitung potensi tambahan belanja mendesak dan beban subsidi energi.

Pelebaran defisit anggaran itu, kata dia, telah mempertimbangkan potensi penurunan (shortfall) penerimaan perpajakan hingga Rp50 triliun dan tambahan belanja sebesar Rp10 triliun.

"Kita mendeteksi penerimaan perpajakan ada potensi shortfall Rp50 triliun. Kalau dari sisi belanja negara, kami akan melihat kenaikan sampai Rp10 triliun. Total termasuk pergeseran belanja barang ke belanja modal," ujar Sri Mulyani.

Dengan adanya pelebaran defisit anggaran itu, tambah Sri Mulyani, maka terdapat tambahan pembiayaan untuk menutup defisit fiskal hingga mencapai Rp37 triliun-Rp40 triliun.

"Dari sisi defisit Rp330 triliun, naik menjadi Rp367 triliun atau Rp370 triliun. Tambahan sekitar Rp37 triliun-Rp40 triliun. Kita finalkan ini setelah mendapatkan penghitungan dari kementerian lembaga dan yang paling banyak bergerak adalah subsidi," ujarnya.

Terkait RAPBN-P 2017, Sri Mulyani mengatakan beberapa asumsi makro akan mengalami perubahan dari asumsi APBN 2017, seperti pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan harga ICP minyak.

Baca Juga: La Nyalla Mattalitti Pastikan Maju di Pilgub Jatim
Samsung Hadirkan Samsung Zone Layani Pelanggan di Jalur Mudik

"Beberapa asumsi makro mengalami perubahan, pertumbuhan agak sedikit lebih baik dari 5,1 persen. Harga minyak agak melemah lagi. Kita akan finalkan dalam satu minggu ini," ujarnya, dikutip Antara.

Selain itu, beberapa tambahan belanja ikut masuk dalam RAPBN-P 2017 yaitu pembiayaan untuk penyelenggaraan Asian Games 2018, proses sertifikasi tanah dan persiapan untuk pemilihan umum kepala daerah.

"Beberapa pos belanja harus kita akomodasi dan tidak mungkin tanpa adanya APBN-P. Termasuk infrastruktur proyek yang minta didanai untuk pengadaan tanah," kata Sri Mulyani.

Menurut rencana, pembicaraan RAPBN-P 2017 antara pemerintah dengan DPR RI akan dimulai pada masa sidang DPR RI awal Juli 2017.

Video Trending Pilihan Redaksi:

----

Berita Terkait

Menjadi Tokoh Perubahan, Sri Mulyani Ingin Perbaiki Ketimpangan Menjadi Tokoh Perubahan, Sri Mulyani Ingin Perbaiki Ketimpangan
Sri Mulyani: Jangan Pecah Saldo Rekening, Percuma! Sri Mulyani: Jangan Pecah Saldo Rekening, Percuma!
Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Menkeu Terbaik se-Asia dan ASEAN Sri Mulyani Dinobatkan Sebagai Menkeu Terbaik se-Asia dan ASEAN

#Jakarta #Sri Mulyani #Menteri Keuangan RI #defisit #Dana APBN

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar