MUI: Tidak Boleh Ada Yang Menghalangi Takbir Keliling

Bedug bukan lagi hal yang asing bagi kalangan islam. Bedug seringkali diasosiasikan dengan alat penanda dimulainya waktu salat. Benda yang mudah ditemukan di masjid-masjid ini juga identik dengan perayaan Idul Fitri. Meski demikian, bila lihat lebih dalam, bedug punya sejarah yang cukup panjang dan tidak selalu terkait dengan agama Islam.

Arah -  Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menyatakan bahwa bahwa takbir keliling di hukumkan sunnah bagi setiap muslim yang dapat dilaksanakan secara pribadi atau pun berkelompok.

"Takbir di malam Idul Fitri hukumnya sunnah bagi setiap muslim. Takbir dapat dilaksanakan dengan sendiri atau berjamaah, dapat dilaksanakan di rumah, di masjid, di mushalla, juga di jalan. Bisa dilaksanakan dengan duduk berdiam diri, jalan, atau dengan berkendara, baik darat, laut maupun udara", kata Asrorun Niam kepada Arah.com di Jakarta, Sabtu (24/6/2017).

Untuk itu, Niam mengimbau kepada seluruh umat Islam agar dapat menghidupkan malam Idul Fitri dengan syiar kumandang takbir, tahmid, dan tahlil, di manapun berada. Hal itu dapat dilakukan di masjid, mushalla, rumah, jalanan, lingkungan, dan seluruh negeri kita dengan semarak syiar takbir, memuji asma Allah.

Baca Juga: Duh.. Curhat Dapat Ojek Online Wanita, Netizen Malah Gagal Fokus
Bikin Merinding, Ini Ramalan Jupe 2 Tahun Lalu

Maka dalam hal ini, aparat kepolisia perlu menjamin keamanan kegiatan ibadah termasuk takbir keliling. Karena, takbir keliling sebagai sarana syiar yang merupakan wujud kearifan lokal khas Indonesia.

"Bagi umat Islam yang melaksanakan takbir keliling, perlu menjaga ketertiban umum. Koordinasi dengan pengurus masjid, pengurus lingkungan, dinas lalu lintas, dan aparat keamanan," tutur Niam.

Baca Juga: Duh.. Curhat Dapat Ojek Online Wanita, Netizen Malah Gagal Fokus
Bikin Merinding, Ini Ramalan Jupe 2 Tahun Lalu

Niam menegaskan, tidak boleh ada yang menghalangi kegiatan syiar Idul Fitri, termasuk diantaranya takbir keliling dengan dalih apapun.

"Idul fitri perlu dijadikan sarana untuk meneguhkan kohesi nasional, dan semangat rekonsiliasi untuk mewujudkan persatuan Indonesia," tandasnya. (Muhamad Ridwan)

Berita politik terupdate hanya di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri Berang Fatwa MUI Dikriminalisasi, Din Sindir Kapolri
Sambut Idul Fitri, MUI Ajak Warga Kumandangkan Takbir Sambut Idul Fitri, MUI Ajak Warga Kumandangkan Takbir
Stabilitas Negara Terganggu, PKS: Apa Benar karena Fatwa MUI? Stabilitas Negara Terganggu, PKS: Apa Benar karena Fatwa MUI?

#Jakarta #Takbir keliling #Lebaran 2017 #Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar