Gandeng PPATK, Polri Selidiki Aliran Dana Teror di Mapolda Sumut

Personel Brimob berjaga di dekat pos polisi Mapolda Sumut pasca peristiwa penyerangan, di Medan, Sumatera Utara, Minggu (25/6). Pada Minggu dini hari pos penjagaan Polda Sumut diserang dua orang pelaku, yang mengakibatkan satu personel polisi tewas dan pelaku penyerangan yang diduga berafiliasi ke ISIS. (Foto: Antara/ Irsan Mulyadi)

Arah - Analis Kebijakan Madya Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Sulistyo Pudjo mengungkapkan Kepolisian Republik Indonesia memiliki kemungkinan untuk bekerjasama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan untuk menelusuri aliran dana dari pelaku teror di Polda Sumatera Utara. Pudjo mengklaim, pihaknya sudah mengamankan buku tabungan dari salah satu pelaku, berinisial SP.

"Itu (bekerja sama dengan PPATK) nanti salah satu upaya, kalau memang ada rekening yang diduga dipakai membiayai. Makanya disita rekening, karena kita mau lihat ya, apa ada pergerakan (aliran dana)," kata Pudjo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/6).

Saat ini, Pudjo melanjutkan, polisi masih mendalami aliran dana terkait teror di Polda Sumut. Caranya, bekerjasama dengan bank terkait. "Karena untuk pendalaman termasuk tabungan, kita harus melakukan upaya konfirmasi secara resmi ke bank masing-masing," ujarnya.

Polisi menemukan buku tabungan itu di rumah tersangka SP. Selain buku tabungan, polisi juga menyita buku berlambang ISIS, bendera ISIS, gambar khalifah ISIS atau khalifah Al Baghdadi, VCD bertulis 'rasulullah bersabda', laptop, komputer, parang, dan satu sepeda motor.

Baca Juga: Bertemu Banyak Investor, Sandiaga: Banyak yang Tertarik OK OCE
Jauhi! 6 Pikiran 'Racun' yang Berpotensi Meruntuhkan Karier

Sebelumnya, kepolisian telah menetapkan dua tersangka terkait aksi teror di Polda Sumut pada Minggu (25/6) pukul 03.00 WIB. Dua tersangka itu berinisial AR dan SP.

Teror tersebut berupa penyerangan kepada polisi yang tengah beristirahat di salah satu dari tiga pos penjagaan di Polda Sumut. Ketika menyerang, menurut polisi, pelaku meneriakkan takbir.

Aiptu Martua Sigalinging yang sedang berjaga di pos, tewas ditikam di leher, dada, dan tangan dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku juga mencoba membakar ruangan pos.

Salah satu rekan Aiptu Martua, Brigadir E. Ginting lalu meminta tolong kepada anggota Brimob yang ada di pos lainnya. Dari pos I, tiga anggota Brimob, yakni Brigadir Novendri Sinaga, Bharatu Lomo Simanjuntak, dan Brigadir Karo Sekali langsung mendatangi Brigadir E Ginting. Setelah itu, dua pelaku itu ditembak. AR tewas di tempat kejadian, sedangkan AP mengalami kondisi kritis sampai saat ini. (May Rahmadi)

Selalu ikuti berita politik Indonesia di arah.com

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri Dituding Keliru Oleh Sylviana Murni, Ini Balasan Polri
Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq? Bertemu Kapolri, Henry Yosodiningrat Akan Lapor Habib Rizieq?
Polri Sebut Teror di Polda Sumut Mirip Peristiwa Kampung Melayu Polri Sebut Teror di Polda Sumut Mirip Peristiwa Kampung Melayu

#Jakarta #Aliran Dana Teroris #Penyerangan Mapolda Sumut #Mabes Polri

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar