Konflik Suriah, Pemberontak Tuding Tentara Gunakan Gas Klorin

Doc: Sebuah gambar yang diunggah oleh tentara Suriah pada tanggal 13 Mei 2017 menunjukkan asap naik dari Qaboun, di ujung ibukota Damaskus, Suriah. (Sumbe: Tentara Suriah via Reuters TV)

Arah - Kelompok pemberontak Suriah menuduh tentara menggunakan gas klorin ketika melawannya pada Sabtu dalam pertempuran di Damaskus timur, yang dengan cepat dibantah militer dengan menyebutnya rekayasa.

Kelompok Failaq al-Rahman mengatakan bahwa lebih dari 30 orang menderita sesak napas akibat serangan di Ain Tarma, wilayah Ghouta timur, tempat pasukan pemerintah berusaha mengambil kembali kendali dari kelompok pemberontak. Dalam pernyataan diedarkan media pemerintah, sumber militer mengatakan bahwa komando tentara sama sekali menolak tuduhan tersebut.

"Kami belum pernah menggunakan senjata kimia apa pun pada masa lalu dan kapan pun tidak akan menggunakannya," kata pernyataan itu seperti dikutip Antara.

Amerika Serikat mengatakan pada hari Rabu, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad tampaknya sejauh ini mengindahkan sebuah peringatan yang dikeluarkan pada awal pekan ini, untuk tidak melakukan serangan senjata kimia.

Baca Juga: 7.536 Pemudik Sudah Balik Berdatangan di Terminal Tanjung Priok
https://www.arah.com/article/35871/malaysia-lakukan-razia-kbri-imbau-tki-ilegal-pulang.html

Pemerintahan Barat termasuk Amerika Serikat mengatakan bahwa pemerintah Suriah berada di balik serangan gas kimia di kota Khan Sheikhoun pada April lalu, menewaskan puluhan orang. Sebagai tanggapan, Amerika Serikat menembakkan peluru kendali jelajah ke pangkalan udara yang menurut AS merupakan tempat serangan itu dilancarkan.

Pemerintah Suriah membantah berada di balik serangan tersebut. Pada Sabtu, pemerintah Suriah juga membantah sebuah laporan dari pengawas senjata kimia internasional yang mengatakan bahwa terdapat penggunanaan zat sarin yang terlarang, dalam serangan pada April terhadap kota Khan Sheikhoun, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kredibilitas apapun.

Penyelidikan gabungan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan OPCW menemukan bukti bahwa pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas tiga serangan gas klorin pada 2014 dan 2015 serta petempur IS menggunakan gas mustar.

Video Trending Pilihan Redaksi:

Berita Terkait

Rusia Desak PBB Selidiki Senjata Kimia di Suriah Rusia Desak PBB Selidiki Senjata Kimia di Suriah
Presiden Belarusia Kutuk Serangan Amerika ke Suriah Presiden Belarusia Kutuk Serangan Amerika ke Suriah
Bom Bunuh Diri Sasar Evakuasi Pengungsi, 70 Warga Tewas Bom Bunuh Diri Sasar Evakuasi Pengungsi, 70 Warga Tewas

#Jakarta #Krisis Suriah #Konflik Suriah #senjata kimia

Ingin informasi lebih, follow dan Like

Komentar